Senin, April 19, 2021

FORMASU Nilai Banjir Besar Pamanukan Ada Korelasinya Dengan Pembangunan Pelabuhan Patimban

SERING DIBACA

Serikat Nelayan NU Kerjasama Loka PSPL Serang Kembangkan Potensi Mangrove dan Garam di Jawa Barat

  DEPOK - Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama Jawa Barat Bekerjasama dengan Loka PSPL Serang Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dalam...

Polsek Subang Himbau Warga Tidak Berkerumun Pada Pendataan Banpres Di Bank BNI Subang.

Subang - Pendataan  Banpres di Bank BNI Subang Timbulkan kerumanan yang tidak terhindarkan Hal ini tentu menjadi sorotan publik dimana...

Ramadhan Berkah! IJTI Korda Purwasuka Gandeng Karang Taruna Bagi-bagi Takjil Kepada Pengguna Jalan

  Purwakarta, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Purwasuka menggandeng Karang Taruna Unit Dusun 2 Desa Cibeber Kecamatan Kiarapedes Kabupaten...

 

SUBANG – Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Subang Utara (FORMASU) mendatangi Kantor KSOP Patimban, Rabu siang(3/3/2021). Tujuan kedatangan FORMASU yang terdiri dari para tokoh masyarakat Pantura dan para Kepala Desa tersebut tak lain untuk beraudiensi dengan Pihak KSOP terkait persoalan banjir besar yang melanda Pamanukan.

Namun sebelum masuk ke Kantor KSOP, rombongan FORMASU dihadang oleh petugas keamanan Pelabuhan Patimban di Kawasan pintu masuk Acces road Patimban. Hingga akhirnya membuat geram Pihak FORMASU, akibat tak diperbolehkan masuk ke KSOP.

Koordinator Aksi H. Sudi Hartono mengatakan, kedatangan Formasu ke KSOP Kelas II Patimban memiliki maksud untuk beraudiensi terutama berkaitan dampak pembangunan Pelabuhan Patimban serta banjir yang terjadi 8 Februari lalu.

“Bahwa dampak banjir kemarin itu ada korelasi nya dengan Pelabuhan Patimban. Oke mereka bilang tidak ada kaitannya, maka ayo kita beraudiensi, kita beradu argumen,” imbuhnya.

Sebab, salah satu yang disorotinya yakni soal sedimentasi dan pendangkalan di Muara Sungai Cipunagara. Apalagi di Pelabuhan Patimban juga dibangun dengan sistem reklamasi.

“Pasti ada dampak, apalagi terjadi rob dan dengan durasi yang cukup lama, nah ini kita ingin audiensi, sejauh mana kepedulian dan antisipasi mereka juga, tapi kita tidak diperkenankan masuk,” ucap Sudi.

Sementara itu, H Hermansyah juga menyampaikan, kedatangan tokoh masyarakat di Pantura ke KSOP Patimban tak memiliki kepentingan lain selain soal penanganan banjir. Sebab hingga hari ini, tanggul yang jebol akibat banjir besar 8 Februari 2021 lalu.

“Hingga saat ini penanganan oleh BBWS juga belum maksimal, ada juga penanganan itu swadaya dari warga, anak muda yang bergerak,” jelasnya.

Hingga akhirnya, massa diterima di Kantor Kecamatan Pusakanagara dan beraudiensi dengan perwakilan KSOP Kelas II Patimban.

Rencananya pada pekan depan akan diagendakan audiensi lanjutan terkait dengan dampak pembangunan Pelabuhan Patimban, sedimentasi dan wacana normalisasi muara Patimban.

Ahya Nurdin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

REKOMENDASI BERITA UNTUKMU