Minggu, Agustus 1, 2021

Penangkaran Buaya Blanakan Berduka, Buaya Si Baron Meninggal

SERING DIBACA

Lanud Suryadarma Siapkan Ruang Isolasi Warga Terdampak COVID-19

SUBANG - Lonjakan kasus penyakit akibat Covid-19 yang terus melanda menyebabkan ketersediaan ruang isolasi di rumah sakit daerah maupun...

Keren! Kodim 0605/Subang Vaksin 1.200 Siswa SMKN 1 Pusakanagara

SUBANG - Kodim 0605 Subang laksanakan serbuan vaksinasi Covid-19, kali ini serbuan vaksinasi massal Kodim 0605 Subang menyasar anak...

Resmikan Mushola & Patung Lodaya, Kapolres Subang Apresiasi Pembangunan Yang Dilakukan Kapolsek Legonkulon Iptu Asep Musa Dinata

SUBANG - Kapolres Subang AKBP Aries Kurniawan mengapresiasi kepemimpinan Kapolsek Legonkulon Iptu Asep Musa Dinata. Atas prestasi pembangunan dilingkungan...

SUBANG – Buaya Baron Icon penangkaran buaya Blanakan dikabarkan tewas, Sabtu siang(20/3/2021). Meninggalnya Baron diduga akibat sakit dan juga faktor usia yang sudah menginjak 42 tahun.

Buaya Baron dimakamkan di lokasi sekitaran penangkaran buaya Blanakan kawasan perhutani Blanakan Subang

Kadisparpora Subang membenarkan Kabar meninggalnya buaya Baron yang menjadi artis atau idola masyarakat di penangkaran buaya Blanakan karena aksinya yang menegangkan dan menghibur pengunjung wisata Penangkaran buaya Blanakan

“Iya benar…buaya Barong sudah tidak ada dan tidak bisa disaksikan lagi aksinya di penangkaran buaya Blanakan. Buaya Baron meninggal diduga akibat sakit karena dan faktor usia juga yang sudah menginjak 42 tahun” ujar Kadisparpora Subang Asep Setia Permana

Seperti diketahui, Baron merupakan buaya jantan Blanakan. Buaya seberat 800 kilogram dengan panjang 6,5 meter ini merupakan artis di Penangkaran Buaya Blanakan.

Sekilas hewan reptil purbakala ini memang menyeramkan bagi para pengunjung di Penangkaran Buaya Blanakan. Bukan tanpa sebab, hewan ini bukan jenis binatang bersahabat dengan manusia. Jangan harap bisa bermain-main dengan buaya, salah-salah orang pun bisa dimakan.

Tapi tidak dengan Jack dan Baron. Dua buaya di Penangkaran Buaya Blanakan ini memang dikenal manja kepada sang pawang. Makan pun tak mau sendiri. Jack dan Baron harus disuapi biar perutnya terisi. Saking manjanya, kalau dipanggil, dua buaya ini langsung meluncur di dalam air menuju sang pawang berada. Hanya matanya terlihat di dalam air.

Baron juga salah satu buaya yang bikin gemas pengunjung, saking baiknya Baron bisa diajak Selfi dengan pengunjung.

Saat ini hanya tinggal Jack, buaya yang juga dikenal oleh masyarakat di penangkaran buaya Blanakan. Jack merupakan pejantan terbesar di Penangkaran Buaya Blanakan. Berat Jack 1 ton dengan panjang tujuh meter. Selain Jack dan Baron, ada juga lima buaya wanita. Mereka adalah Siti, Sri, Munaroh, Buntung dan Selvi. Ketujuh buaya ini merupakan hewan cikal bakal buaya di Penangkaran Blanakan. Mereka didatangkan dari Kalimantan dan masuk ke dalam jenis buaya air tawar.

Dulu ketika datang ke Blanakan tahun 1980-an sebetulnya ada 12 buaya. Namun kini tinggal tujuh buaya lantaran mereka mati ketika berkelahi. Umur mereka semua nyaris sama, kebanyakan berusia sekitar 40 tahun. Dari hasil perkawinan buaya di Blanakan, kini terdapat 400 ekor.

Ahya Nurdin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

REKOMENDASI BERITA UNTUKMU