Minggu, Maret 7, 2021

Bangun Ketahanan Pangan, Bupati Subang Akan Sediakan Tanah Seluas 50 Hektar Untuk Warga Nahdlatul Ulama

SERING DIBACA

DITOLAK Minta Balikan, Pria Asal Pagaden Nekad Gantung Diri Dikamar Kost Sang Mantan

SUBANG - Seorang Pria bernama Ilham Asal Pagaden ditemukan tewas gantung diri disebuah tempat kost-an dikawasan Gang Bagja Kampung...

Plt. Dinkes Jabar Tinjau Ponpes As-Syifa Al-Khoeriyah Subang Yang Terpapar Covid-19

SUBANG - Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika didampingi anggota komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat...

INFO ORANG HILANG! Mak Atem Warga Ciater Dikabarkan Hilang Sudah Seminggu

CIATER - Hampir Seminggu, Emak Atem (79) warga RT. 001/001 Desa Ciater Kecamatan Ciater Subang meninggalkan rumahnya. Salah satu Kerabat...

SUBANG-Bupati Subang Haji Ruhimat atau yang biasa dipanggil Kang Jimat, hari Rabu siang 15 Juli 2020, menghadiri kegiatan Pelatihan Hidroponik bersama PCNU dan Muslimat NU Subang dengan tema membangun ketahanan Pangan di Situasi Pandemi Covid19 Menuju Kemandirian Nahdlatul Ulama Untuk Perdamaian Dunia.

Kang Jimat dalam sambutan kegiatan tersebut menyampaikan kegiatan pelatihan hidroponik tersebut selaras dengan fokus Pemerintah Daerah Kabupaten Subang saat ini yang berkeinginan untuk lebih memajukan dunia pertanian, terkait pertanian, Kang Jimat menyampaikan saat ini Kabupaten Subang sudah mendapatkan Izin penggunaan lahan sebanyak 400 hektar lahan RNI di Cipunagara.

Kang Jimat menyampaikan terkait pengelolaan tanah tersebut, merencanakan setiap Koramil akan mengelola seluas 5.000 meter persegi. Selain itu, Perangkat Daerah pun akan diwajibkan mengelola lahan tersebut. Adapun Komoditas yang akan di tanam diantaranya Cabai, Jagung, kemudian jahe dan utamanya adalah Tembakau.

Tembakau masuk kategori tanaman semusim. Untuk varietas yang biasa ditanam, bisanya masa tanam berkisar pada musim kemarau. Karena itu, ketika musim tidak baik untuk ditanami komoditas seperti padi atau cabai, bisa dimanfaatkan untuk menanam tembakau.

Kang Jimat menyampaikan ketika masuk musim kemarau, tanaman seperti padi yang membutuhkan banyak air rentan mati jika kekurangan air. Sementara tembakau justru berkarakter sebaliknya, tidak membutuhkan banyak air. Jadi di musim kemarau petani bisa mendapatkan untung tatkala menanam tembakau yang tidak banyak menyita air.

Selanjutnya, Kang Jimat menyampaikan akan menyiapkan untuk keluarga Nahdlatul ulama seluas 50 hektar di lokasi Cipunagara. Terkait biaya sewanya akan ditanggung oleh pemerintah Kabupaten Subang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

REKOMENDASI BERITA UNTUKMU