Banyak Petani Pemilik Sawah di Pusakanagara Tak Dapat Pupuk Subsidi, Diduga Akibat Carut Marutnya Pendataan e-RDKK

0
111
Foto : Petani Pusakanagara temui Ketua KTNA Jabar H.Otong Wiranta. Para Petani keluhkan pendataan penerima pupuk subsidi

SUBANG – Ketua KTNA Jabar Penuhi janjinya untuk bantu petani Khususnya petani Pusakanagara umumnya Jawa barat untuk membenahi & merevisi data petani yang terdaftar di RDKK yang kebanyakan tidak valid.

Salah seorang Petani Pusakanagara Arim Suhaerim menilai pendataan petani penerima pupuk subsidi masih carut marut khususnya di Pusakanagara.

“Data petani Pusakanagara yang terdaftar di RDKK masih carut marut. Banyak petani yang punya lahan sawah tapi belum terdaftar di RDKK karena setiap tahun akan ada revisi dan update data setiap bulan oktober” Ujar Arim Suhaerim

Menurut Arim, carut marutnya data petani penerima pupuk subsidi yang terdaftar di RDKK akibat minimnya sosialisasi kepada petani

“Banyak petani yang tak tahu cara mendapatkan pupuk subsidi,selain itu terbatasnya jumlah penyuluh pertanian juga menjadi salah satu faktor banyaknya petani pemilik lahan tak terdaftar di RDKK” katanya

“Selain itu, Arim juga mengaku prihatin banyaknya kios-kios penyalur pupuk subsidi yang nakal” imbuhnya

H. Otong Wiranta, Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan atau KTNA Jabar mengaku senang bisa berdialog dan silaturahmi dengan para petani Puskanagara.

” Banyak sekali masukan dari para petani terkait kendala dan permasalah penyaluran muapun pendaftaran cara mendaftar ke RDKK” katanya

Menurut Otong, di bulan Oktober ini, sedang dibuka pendaftaran pengajuan pupuk subsidi bagi para pemilik sawah

“Siapun petani yang belum terdaftar sebagai penerima pupuk bersubsidi silahkan datang ke ke penyuluh di wilayah kecamatannya masing2-masing dan mendaftarkan diri sambil membawa Fotokopy KTP, KK , SPPT lahan sawah yang dimilikinya mumpung dibulan oktober 2021 ini ada pembukaan untuk pendaftaran RDKK yg akan direalisasikan di tahun 2022” Kata Otong

Sementara itu total kuota pupuk bersubsidi untuk petani Subang diungkapkan Otong, pada tahun 2021 ini mencapai 42 ribu ton, dan baru terserap sebanyak 50 persennya.

“Kuota pupuk bersubsidi sebanyak itu, sebenarnya cukup untuk memenuhi kebutuhan petani Kabupaten Subang selama se-tahun,” jelas Otong.

Dia menyatakan, kuota pupuk bersubsidi sebanyak 42 ribu ton tersebut, cukup untuk memenuhi kebutuhan petani Subang selama satu tahun, tinggal cara penyalurannya yang harus sesyuai dengan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 49 tahun 2020, tentang penyaluran pupuk bersubsidi.

“Untuk penyaluran pupuk bersubsidi sebanyak 42 ribu ton itu, saya berharap di tahun yang akan datang penyaluran pupuk bersubsidi itu, harus mengacu kepada permentan nomor 49 tahun 2020,” pungkasnya.

AHYA NURDIN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here