Bertaruh Nyawa Demi HUT RI Ke-76! WARNA ALAM Kibarkan Bendera Raksasa Diatas Tebing CILEAT Setinggi 165 Meter

0
534
Foto: Tim WARNA ALAM Sukses Kibarkan Bendera Raksaksa Diatas Tebing Cileat Setinggi 165 Meter

 

SUBANG – Demi merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Ke-76 RI, Pecinta Alam WARNA ALAM Subang kembali melakukan aksi bertaruh nyawa demi untuk membentangkan bendera merah putih berukuran 15 x 7 meter Diatas tebing dengan ketinggian 165 meter

Tebing yang dijadikan tempat untuk pengibaran bendera raksasa tersebut merupakan tebih Curug Cileat atau Air terjun tertinggi dan yang paling Indah di Kabupaten Subang. Tebing Curug Cileta terletak di Wilayah Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang.

Pencinta Alam WARNA ALAM yang beranggotakan 10 orang tersebut bekerja keras selama 3 hari dan berhasil menghadapi tantangan tak hanya tebing yang curam, derasnya air curug dan tiupan angin kencang serta silitnya medan di lokasi tebing menjadi kendala selama proses pembentangan bendera.

“Selain kondisi tebing sangat curam dan sangat tinggi, kalu tidak berhati hati sangat berbahaya, butuh keahlian cukup untuk bisa membentangkan bendera di tebing bukit ini. Derasnya aliran air curug dan tiupan angin sangat kencancang kerap menjadi kendala selama proses membuat tali lintasan (sling) di tebing,” kata M.Anwar yang akrab disapa Kang Anwar Wana, selaku pengibar bendera Merah Putih Raksasa, WARNA ALAM Subang

Meski berbahaya, ditambah sulitnya medan dan tiupan angin kencang, Sang Merah Putih’ berhasil dibentangkan tepat dibibir Curug Cileat, Cisalak, Subang.

“Alhamdulillah, dengan kerja keras dan kekompakan tim, saya akhirnya bisa membentangkan bendera merah putih di ketinggian 165 meter,” ucap Anwar.

Bendera raksasa tersebut dibentangkan menggunakan tali baja (seling) yang dipasang dingding tebing.

“Tujuannya, kembali ke semangat nasionalisme untuk memperingati hari kemerdekaan. Kenapa kami laksanakan sebelum 17 Agustus, supaya lebih terkonsentrasi karena selain kontur tebingnya sangat tinggi , medannya pun sangat curam ,” ungkapnya.

“Memang bisa dikatakan taruhannya nyawa dari segi keselamatan, hal sama apa yang dilakukan Para Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia terdahulu, artinya kami dari WARNA ALAM Subang, ingin lebih menghargai proses para pejuang dulu untuk mengibarkan bendera itu ternyata susah, meski harus taruhannya nyawa. Alhamdulillah, bersama do, a serta dukungan semua pihak, pengibaran bendera bisa berjalan sukses. Merdeka, ” tutupnya.

Dia juga berterima kasih kepada Pemkab Subang dan seluruh pihak yang terkait yang telah membantu kegiatan tersebut.

“Mudah mudahan ini bagian dari bagaiamana kita membangun semangat kebangsaan, mengisi dalam rangka 17 Agustus hari kemerdekaan Indonesia yang ke-76 mudah mudahan dengan kegiatan ini masyarakat Indonesia semakin mencintai tanah air dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” harapnya

AHYA NURDIN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here