Bupati Subang Pusing Lihat Petani Subang Banyak Yang Miskin! Ruhimat Minta Bantuan Menteri Koperasi

0
189
Foto : Bupati Subang secara Simbolis Menerima bantuan Rp.2 Milyar untuk Koperasi yang memproduksi kopi yang akan diekspor ke Timur Tengah

 

SUBANG-Bupati Subang H.Ruhimat sangat mengapresiasi dan rasa terima kasih yang tinggi atas kehadiran Menteri Koperasi dan UMKM RI beserta jajaran ke Kabupaten Subang selain untuk membuka forum diskusi koperasi juga dalam rangka pelepasan perdana Kopi khas Subang ke luar negeri.

Menurutnya dengan hadirnya menteri koperasi agar bisa terwujud upaya berkesinambungan dalam memanfaatkan potensi Sumber Daya Alam di Kabupaten Subang yang diantaranya 16.000 Hektar lahan eks PTPN VII yang HGU nya habis dari tahun 2002, usaha tambak ikan dan udang di lahan perhutani di wilayah pantai utara Subang sepanjang 44 KM.

“Tidak lebih dari 24 jam yang lalu dengan biaya APBD saya membagikan bibit udang windu dan bandeng sebanyak 9 juta benih untuk para petambak di Kabupaten Subang” ujar Ruhimat

Dengan adanya dukungan dari kementerian Koperasi dan UMKM RI Ruhimat berharap bahwa berbagai potensi yang ada di Kabupaten Subang baik di wilayah pantai maupun pegunungan semoga bisa dimanfaatkan secara produktif dan optimal sehingga mampu meningkatkan perekonomian rakyat Subang terutama para petani.

“Saya merasa miris dan sangat prihatin dengan banyaknya masyarakat miskin di Kabupaten Subang, semoga bisa berkolaborasi, pusing saya melihat petani banyak yang miskin” ujarnya

Dalam kesempatan tersebut diserahkan pula secara simbolis bantuan pembiayaan modal kerja ekspor sebesar 2 Milyar Rupiah dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia kepada Koperasi Gunung Luhur Berkah Desa Devisa Kabupaten Subang.

Sementara itu Kunjungan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia Drs. Teten Masduki ke Kabupaten Subang dalam rangka membuka forum diskusi Koperasi Sektor Pangan Se Jawa Barat di Ruang Rapat Bupati II Pemda Subang, Jumat (17/9/2021)

Forum Diskusi Koperasi Sektor Pangan Se-provinsi Jawa Barat dengan tema “model bisnis koperasi sektor pangan” bertujuan untuk dapat menghasilkan model bisnis sektor pangan yang tepat untuk dikembangkan di Jawa Barat demi mendukung terwujudnya kesejahteraan bagi para petani.

Dalam sambutannya Kepala DKUPP Jawa Barat yang diwakili Kabid Pemberdayaan Koperasi Provinsi Jawa Barat Iya Sugia mengatakan bahwa tujuan forum diskusi tersebut diadakan salah satunya untuk mendukung terwujudnya ketahanan pangan masyarakat.

Sebagai provinsi yang memiliki jumlah penduduk terbesar di Indonesia, Jawa Barat memiliki sekitar 27.897 koperasi yang bergerak diberbagai sektor dan sekitar 70% diantaranya bergerak disektor pangan.

Hal ini menurutnya mencerminkan bahwa pangan adalah kebutuhan dasar manusia sehingga sektor pangan menjadi hal yang penting untuk dikembangkan. Adapun Provinsi Jawa Barat telah memiliki berbagai komoditi Pangan lokal yang telah banyak dikembangkan diantaranya beras ketan, singkong, ubi jalar, talas, ganyong dan lainnya.

“Mengingat pentingnya pangan bagi pembangunan yang salah satunya adalah peningkatan gizi masyarakat, berbagai potensi harus dikembangakan” ujarnya.

Dalam arahannya Menteri Koperasi dan UMKM RI Drs. Teten Masduki mengatakan bahwa dirinya telah mendapatkan arahan presiden untuk memperkuat sektor produksi salah satunya sektor pangan diantaranya pertanian perikanan perkebunan.

” Sektor pangan merupakan hal yang sangat krusial dan memiliki potensi besar serta berorientasi ekspor” ucapnya

Menurutnya Indonesia terutama di Jawa Barat memiliki potensi produksi pangan yang sangat besar baik pertanian, perkebunan dan perikanan.

Ia memgungkapkan bahwa saat ini komoditi produk kelautan banyak diminati oleh pangsa pasar dunia begitupula dengan komoditi Pertanian potensial buah tropik, holtikultura dan rempah-rempah.

Menurutnya produktivitas Koperasi sektor pangan masih rendah dan kontribusi produksi pertanian masih minim dibanding industri pengolahan, untuk itu pihaknya mencoba berkolaborasi dengan banyak kementerian untuk memperkuat dan memperbaiki kelembagaan ekonomi koperasi sektor pangan untuk membuat sebuah koorporasi petani yang menggabungkan para petani perorangan atau koperasi tani kecil menjadi sebuah koperasi dengan skala yang lebih besar agar koperasi tersebut dapat menjadi konsolidator lahan dan agregator produk sehingga terhubung dengan market dan buyer serta mendapatkan kemudahan akses pembiayaan dari pihak perbankan.

“Potensi macet menjadi kendala perbankan enggan memberi pembiayaan pada petani perorangan, agar para petani tidak lagi harus memikirkan modal darimana dan kemana harus menjual hasil produknya” ungkapnya

Tetan berharap melalui forum tersebut agar dapat dipetakan Koperasi pangan potensial di Jawa Barat yang dapat dikembangkan dan diperbesar skalanya, menetapkan mana yang punya produk berpotensi ekspor.

“Petakan koperasi yg punya potensi kalo sudah ada koperasinya kita besarkan,kerja sama dengan pihak perbankan, Kalo belum ada kita bentuk” tukasnya

“Ayok bangun kita tidak boleh bermalas-malasan kita bangun sektor produksi” imbuh Menkop.

Hadir mendampingi Menteri Koperasi dan UMKM RI yaitu Deputi Perkoperasian Ahmad Zamadi, Deputi Usaha Mikro Eddy Satriya, Staff Khusus Menteri Koperasi Riza Damanik, Asdep Pengembangan dan pembaruan Perkoperasian Bagus Rachman, Dirjen Direktorat Pengembangan ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI Drs. Didi Sumedi, Dirut LPDB KUMKM Soepomo, Kepala Perwakilan BI Jawa Barat Herwanto, Direktur Eksekutif LPEI D. James Rompes, Direktur Pelaksana II LPEI Maqin Norhadi, SVP Optimalisasi Bisnis BNI Pusat Lodewyx Z.S Pattihahuan dan Wakil Pimpinan wilayah SME dan Konsumer wilayah Bandung Firmansyah.

Sementara dari Pemerintah Daerah Subang hadir Kepala DKUPP Subang H. Dadang Kurnianudin beserta Jajaran, plt Kadis Pertanian Dra. Nenden Setiawati, dan perangkat daerah terkait serta perwakilan ketua Koperasi pangan se Kabupaten Subang.

AHYA NURDIN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here