Beranda Daerah Dinilai Merusak Hutan, Sejumlah Bangunan di TWA Tangkuban Parahu Disoal

Dinilai Merusak Hutan, Sejumlah Bangunan di TWA Tangkuban Parahu Disoal

106
0

SUBANG – Sejumlah bangunan yang ada di wilayah konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu tampak dibangun dengan permanen. Tidak hanya itu, bangunan tersebut diduga dikomersilkan pula. Padahal pembangunan di kawasan konservasi bertentangan dengan undang-undang.

Mengenai hal itu, Sekertaris Tim Satuan Kerja Revitalisasi Ekosistem Kawasan Tangkabun Parahu, Deni PN mempertanyakan kepada pengelola dan stakeholder terkait kenapa bisa sampai ada pendirian bangunan di kawasan Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA).

“Pendirian bangunan apalagi permanen dan dikomersilkan itu jelas sangat kontradiktif dengan upaya konservasi. Karena kawasan TWA Gunung Tangkuban Parahu masuk wilayah KSDA,” ujar Deni, kepada wartawan, Rabu (11/09/2019).

Lebih lanjut Deni juga mempertanyakan apakah pengelola TWA Tangkuban Parahu telah mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB)? Kalau dapat izin, dari siapa,” tanya Deni.

Selain soal izin, Deni menyoal apakah juga telah dilakukan uji study analisa dampak lingkungannya.

“Apabila izin tersebut, dikeluarkan oleh Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, maka sesungguhnya pihak kementerian sedang melanggar undang- undang yang dibuat oleh mereka sendiri,” tandasnya.

Deni menegaskan, bahwa Undang- undang Lex Spesialis itu dimana wilayah konservasi hutan lindung berfungsi sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan masyarakat setempat.

Namun, Deni menyayangkan justru sebaliknya yang terjadi di Gunung Tangkuban Parahu. Gedung-gedung komersil berdiri tegak tanpa mengindahkan undang- undang Lex Spesialis, dan Perda Pemprov Jabar, Nomer 2 tahun 2016, tentang Kawasan Konservasi Alam di Kawasan Bandung Utara.

“Miris sekali, kondisi terkini tidak sesuai dengan fungsi Gunung Tangkuban Parahu yang memiliki arti yang sangat penting ditinjau dari aspek ekologi, hidrologi, pendidikan, penelitian dan parawisata,” tutupnya.

Ahya Nurdin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini