Beranda Daerah Payah! Sekwan DPRD Subang Tak Transfaran Soal Anggaran Pelantikan Anggota DPRD Terpilih

Payah! Sekwan DPRD Subang Tak Transfaran Soal Anggaran Pelantikan Anggota DPRD Terpilih

200
0

SUBANG, Patimbannews.com – Patih Agung Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan, Wawan Renggo mendesak Kepala Sekretariat DPRD Subang Ujang Sutisna untuk jujur dan terbuka mengenai anggaran pelantikan DPRD Subang yang baru, 4 September 2019 mendatang.

Sebelumnya, dikabarkan bahwa dana untuk pelantikan Anggota DPRD Subang yang baru sebesar Rp 8,8 miliar. Namun kemudian diklarifikasi oleh Ujang atau Ucok, sapaannya, hanya sebesar Rp200 juta saja.

Pada kesempatan berbeda, Ucok sendiri, kembali mengklarifikasi pemberitaan menjadi Rp 400 juta untuk pelantikan anggota DPRD terpilih itu kepada media lain.

Atas ketidak jelasan klarifikasi Ucok tersebut kepada Media Massa itu membuat Wawan Renggo yang akrab disapa Abah Renggo mempertanyakan, transparansi dari Ucok, terkait besaran anggaran yang sebenarnya untuk pelantikan Anggota DPRD terpilih tersebut.

“Ini persoalan kredibilitas Kepala Sekretariat DPRD Subang, kok klarifikasinya mencla-mencle seperti itu, seperti ada yang disembunyikan oleh Ucok kepada publik,” ujar Abah Renggo, Sabtu (31/8/2019).

Maka dari itu Abah Renggo meminta Ucok untuk transparan, membuka ke publik anggaran pelantikan anggota DPRD terpilih yang sebenarnya, sesuai amanat Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Karena menurut Abah Renggo, sikap yang diperlihatkan Ucok keoada wartawan yang menjadi konsumsi publik, padahal Bupati Ruhimat sebelumnya sudah menyampaikan kepada media, agar seluruh OPD membuka, bahkan dipasang di sebuah baligho besar semua anggaran itu supaya publik tahu.

“Jika ada yang disembunyikan oleh saudara Ucok, terkait besaran anggaran pelantikan yang sebenarnya, Ucok bisa dilaporkan ke aparat penegak hukum, dengan tuduhan melanggar UU KIP, dan Bupati pun bisa menegur keras Ucok yang tidak mengindahkan intruksi pimpinan tekait keterbukaan informasi publik tersebut,” tegasnya.

Disinggung tentang ancaman Ucok yang akan mempolisikan wartawan Media Online, dengan tegas Abah Renggo menyatakan, bahwa pernyataan Ucok itu merupakan pernyataan yang sangat picik. Itu mengandung arti pejabat itu alergi kritik dari wartawan atau publik, yang berfungsi sebagai sosial kontrol.

“Padahal jika ada salah penulisan oleh wartawan, dalam Undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, ada hak jawab yang dilakukan media dan wartawan yang bersangkutan, dan persoalan itu dianggap selesai ketika sudah dilakukan hak jawab,” kata Abah Renggo.

Ahya Nurdin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini