Minggu, Maret 7, 2021

Diprakarsai LAK Galuh Pakuan, BP2DK Gelar ToT Pandu Desa Digital di Subang

SERING DIBACA

DITOLAK Minta Balikan, Pria Asal Pagaden Nekad Gantung Diri Dikamar Kost Sang Mantan

SUBANG - Seorang Pria bernama Ilham Asal Pagaden ditemukan tewas gantung diri disebuah tempat kost-an dikawasan Gang Bagja Kampung...

Plt. Dinkes Jabar Tinjau Ponpes As-Syifa Al-Khoeriyah Subang Yang Terpapar Covid-19

SUBANG - Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika didampingi anggota komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat...

INFO ORANG HILANG! Mak Atem Warga Ciater Dikabarkan Hilang Sudah Seminggu

CIATER - Hampir Seminggu, Emak Atem (79) warga RT. 001/001 Desa Ciater Kecamatan Ciater Subang meninggalkan rumahnya. Salah satu Kerabat...

SUBANG – Kegiatan Training of Trainer (ToT) Pandu Desa Digital di Kabupaten Subang, yang diprakarsai Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan, mulai digelar di Kantor Permata Galuh, Ciheuleut Subang, selama dua hari mulai Jumat (13/09/2019) sampai dengan Sabtu (14/9/2019) besok.

Pemateri ToT sekaligus penanggungjawab teknis Project Pandu Desa Digital, Dedi Rahmat menjelasnkan, kegiatan ToT yang tengah dilaksanakan ini dalam rangka membentuk tim utama Pandu Desa Digital di Kabupaten Subang.

Kemudian untuk selanjutnya kata Dedi, jika sudah terbentuk tim utama, maka tim tersebut yang akan mencetak pandu-pandu desa di 245 desa se-Kabupaten Subang.

“Saya bertugas di sini, intinya, untuk membangun kualitas pemuda Galuh Pakuan di Subang supaya menjadi pemberdaya desa. Saya berharap selanjutnya tim teknis yang sudah terbentuk dapat melatih calon pandu desa lain se-Kabupaten Subang,” kata Dedi, di sela mengisi ToT di Subang, Jum’at (13/9/2019).

Dedi, yang sudah malang melintang di dunia industri jasa telekomunikasi itu, ingin berbagi ilmu dan pengalaman kepada para pandu desa digital khususnya di Kabupaten Subang.

“Para pemuda Pandu Desa Digital ini harus mau belajar dan bekerja keras untuk bisa menguasai teknis menjadi Pandu Digital. Kerja keras, untuk bekal keahlian mereka juga,” ucap Dedi.

Dedi menyatakan, banyak pengetahuan yang dia sampaikan, yang mungkin tidak mudah didapat di luar.

“Apalagi sebenarnya ilmu yang saya sampaikan itu harus ditempuh dengan waktu pendidikan cukup lama, dan biaya yang relatif tinggi. Namun saya ingin berbagi, sharing. Seperti yang saya lakukan juga ke para pandu digital di daerah lain se-Indonesia,” ucapnya.

Dedi mengungkapkan, di masa depan, keahlian individu pandu digital akan sangat berguna. Program pembangunan akses jaringan internet di desa atau desa broadband internet juga diprediksi akan banyak memberi manfaat bagi kemajuan desa.

“Jadi kegiatan ini baru pertama kali dilaksanakan, merupakan rintisan peningkatan kualitas SDM pemuda Galuh Pakuan di Subang sebagai pemberdaya atau pandu desa. Kedua, hasilnya dapat mendorong kemajuan dan kemandirian desa berbasis internet dan telekomunikasi,” terang Dedi.

Sementara itu Patih Agung LAK Galuh Pakuan Wawan ‘Abah’ Renggo menegaskan, bahwa misi Galuh Pakuan adalah salah satunya, minterkeun anu bodo, (Mendidik yang bodoh supaya pintar), dan ngabeungharkeun anu miskin (Memperkaya yang miskin).

“Nah dengan ToT Pandu Desa Digital ini diharapkan misi mencetak SDM unggul dan memberdayakan desa sekaligus demi mempercepat kemajuan dapat terwujud secara beriringan. Apa yang kami lakukan sejalan dengan visi Subang Jawara juga,” ucap Abah Renggo.

Pandu Desa Digital ini kata Abah Renggo, merupakan kerjasama antara Badan Aksesibilitas Tekhnologi Informasi (BAKTI) dengan Badan Prakarsa Pemberdayaan Desa dan Kawasan (BP2DK) termasuk Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menggelar ToT untuk pemuda Galuh Pakuan.

 

Ahya Nurdin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

REKOMENDASI BERITA UNTUKMU