Sabtu, Januari 23, 2021

Ditengah Pandemi Warga Kalijati Raup Untung Dari Hasil Panen Rambutan

SERING DIBACA

Tak Dapat Kartu Tani & Sulitnya Dapatkan Pupuk Bersubsidi, Petani Pantura Mengeluh!

  SUBANG- Sulitnya mendapatkan pupuk Subsidi membuat para petani di wilayah Pantura mengeluh. Selain itu, syarat pengambilan pupuk dengan berlakunya...

Pembangunan Tahap II Pelabuhan Patimban Butuh Lahan 500 Hektar dan Akan Serap Tenaga Kerja 51 Ribu

  SUBANG - Plh.Sekda Asep Nuroni., S.Sos., M.Si menghadiri rapat pembahasan pengadaan tanah Pelabuhan Patimban secara virtual di Ruang Segitiga...

Waduh! Kasus Covid-19 Meningkat Signifikan, PPKM di Subang Diperpanjang Hingga 8 Pebruari 2021

SUBANG - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM di Subang akan diperpanjang dari tanggal 26 Januari hingga 8 Pebruari...

KALIJATI– Rambutan adalah salah satu buah yang yang banyak di minati masyarakat dari berbagai kalangan, dari rasa rambutan tersebut atau jenis rambutan tersebut ada beberapa nama jenis rambutan, seperti lebak atau si lebak, si pelat, aceh atau yang lainnya.

Saat ini tentunya di Kabupaten Subang tepat nya di Wilayah Kecamatan Kalijati Purwadadi sedang berjalan atau memasuki musim rambutan. Harga nya pun saat ini sangat pariatif, bahkan ada jenis rambutan harga yang mahal seperti si pelat bisa mencapai 30 ribu lebih perikat nya.

Di kalijati contohnya, harga rambutan jenis lebak masih mahal perikat atau segedeng bisa mencapai 15 ribu, hal tersebut saat di temui redaksi patimbannews.com, salah satu bandar atau pengepul rambutan, warga Desa Kaliangsana, Hendrik (40), menyatakan, saat ini harga rambutan masih bertahan 15ribu pergedeng atau per dua ikat, bahkan rambutan ini di kirim ke beberapa pasar induk di Jakarta dan Bekasi.

“Harga rambutan saat musim ini masih stabil, per gedeng atau per dua ikat, 15 ribu, itu dari jenis rambutan si lebak, bahkan ada pula yang sampai 30 ribu rambutan jenis si pelat, namun si pelat masih jarang di temukan, karena memang belum semua nya berbuah rambutan tersebut,” ucap Hendrik.

Untuk mencati rambutan tersebut, Hendrik mempunyai pekerja sekitar 5 Orang, dengan memperpergunakan kendaraan roda dua yang di pasang tempat atau bongsang untuk membawa rambutan tersebut, bahkan tidak hanya itu, Hendrik mengirim rambutan tersebut sampai ke luar kota atau sekali pun keluar negeri.

“Rambutan ini saya kirim ke beberapa pasar induk di jakarta dan juga bekasih, bahkan saya pun pernah kirim ke lampung, aceh, bahkan saya kirim ke luar negeri pun pernah, seperti Saudi Arabia, Hongkong dan banyak lagi yang lain nya, akan tetapi musim ini saya belum bisa ngirim ke luar negeri,” ucap jelas Hendrik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

REKOMENDASI BERITA UNTUKMU