DPRD Subang Sebut Vaksinasi Covid-19 di Subang Tak Tepat Sasaran, Begini Jawaban Kadinkes!

0
168

SUBANG – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Subang memanggil Satgas Covid-19 dan Dinas Kesehatan terkait pemberian vaksin yang dinilai tidak tetap sasaran.

Dalam rapat Jumat pagi( 30/4/2021) dengan Dinas Kesehatan, Komisi IV DPRD Subang menuding Dinas Kesehatan dan Satgas Covid-19 telah memberikan vaksi tidak tepat sasaran diantaranya pemberian Vaksin ,ke Pekerja wisata Sari Ater dan Gracia, serta pekerja, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Patimban, dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Purwakarta

Sementara itu, Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang memastikan bahwa pemberian vaksinasi terhadap pekerja pariwisata, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Patimban, serta Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Purwakarta sudah tepat sasaran. Sudah tepat sasaran, karena mereka termasuk pelayan publik.

Kepala Dinkes Kabupaten Subang dr. Maxi mengatakan, vaksinasi yang merupakan program pemerintah tersebut untuk tahap pertama dengan sasaran tenaga medis dan kesehatan. Kemudian, kata dr. Maxi, pada tahap kedua, vaksinasi sasarannya pelayan publik. Maka dari itu, pekerja pariwisata Sari Ater dan Gracia sudah masuk dalam kriteria sebagai penerima vaksinasi.

“Dari kacamata kami, (pekerja) pariwisata adalah pelayanan publik, ujung tombak ekonomi. Sari Ater dan Gracia adalah ikon wisata di Kabupaten Subang,” ucap dr. Maxi, di kantornya, Jumat, 30 April 2021 sore.

Maka dengan divaksinasinya pekerja ikon pariwisata Kabupaten Subang tersebut, kemudian di-blow up atau diberitakan temen-teman media, tentunya orang luar akan melihat pariwisata Kabupaten Subang aman. “Keuntungannya tentu untuk masyarakat Subang, apalagi di sana zona hijau. Kita harus menyeimbangkan penanganan Covid-19 dengan pemulihan ekonomi nasional (PEN),” ucap dr. Maxi.

Selanjutnya, kata dr. Maxi, terkait dengan Pelabuhan Patimban. Pelabuhan Patimban merupakan proyek strategis nasional. Patimban merupakan sejarah penanganan Covid-19 di Subang. Sebab, pada awal tahun 2020 dan 2021, dari Patimban melaporkan banyak kasus Covid-19.

Patimban isu nasional, kalau dinasnya tidak berbuat apa-apa, bisa saja bupati ditegur pemerintah pusat. Untuk itu, pihaknya tidak tinggal diam, bantu tracking sampai penanganan, isolasi mandiri, hingga vaksinasi. Yang divaksinasi bukan pekerja swastanya, tapi pekerja KSOP, yang merupakan bagian dari Kementerian Perhubungan.

“Buktinya bulan ini, mereka melaporkan zero kasus. Saya bangga dong. Saya berhasil mengatasi Covid-19 di Patimban,” ucap dr. Maxi.

Selanjutnya, tambah dr. Maxi, vaksinasi terhadap pekerja KPPBC Purwakarta. Bea Cukai ini membawahi empat kabupaten, yakni Bekasi, Karawang, Subang, dan Purwakarta.

“Kami dapat surat dari Kementerian Keuangan, karena ada kantor bea dan cukai yang membutuhkan vaksin. Sementara itu, mereka punya 200 lebih karyawan,” ucapnya.

Setelah mengajukan vaksin ke daerah lain, mereka tidak dapat vaksin sesuai permintaan, sehingga mengajukan vaksin ke Kabupaten Subang. Akhirnya, dibantu vaksin untuk 125 pegawai.

Meskipun mereka bukan warga Kabupaten Subang, namun bisa mendapatkan vaksinasi. Sebab, sesuai aturan Kementerian Kesehatan seluruh masyarakat Indonesia sudah punya Nomor Induk Kependudukan (NIK) boleh divaksin di luar daerah.

“Sekarang link-nya nasional, tidak lihat asal kota atau kedaerahan,” tegasnya.

Dalam pemberian vaksin pun tidak lihat status ekonominya, tapi lihat transmisi. Orang ini potensi menularkan Covid-19 atau tidak.

“Pemberian vaksinasi tidak lihat kemampuan ekonominya, tapi peran dia dalam transmisi,” ujarnya.

Untuk itu, dr. Maxi memohon dimaklumi atas padangan orang kesehatan yang dilihat tidak dari status ekonomi dalam pemberian vaksinasi, tapi potensi menularkan Covid-19.”Kalau orang tidak mampu berada di rumah saja, saya lebih memilih vaksin direktur yang gajinya 40 juta, karena setiap hari orang itu bertemu dengan 100 orang. Jadi, dilihatnya bukan dari status ekonomi, tapi potensi menularkan Covid-19 atau tidaknya,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here