Dua Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Seorang Wanita di Binong, Dibekuk Sat Reskrim Polres Subang

0
59

 

SUBANG – Kaus Penyiraman air keras terhadap seorang wanita di Kecamatan Binong Subang, berhasil dungkap jajaran Sat Reskrim Polres Subang.

Kasus yang menimpa Korban, Neneng Komalsari tersebut diduga bermotif sakit hatterkait hubungan asmara.

Dalam Konferensi persnya, Rabu sore,(20/1/2021), Kapolres Subang, AKBP. Aries Kurniawan Widyanto, menyatakan bahwa, pihak jajaran Sat Reskrim Polres Subang berhasil mengamankan dua pelaku penyiraman air keras kepada Korban Neneng Komalasari.

“Kedua pelaku tersebut yang berhasil di amankan berinisial AR dan Kedua rekan nya, adapun untuk lokasi kejadian tersebut, tepatnya di jalan tarum timur, Kampung Betok Desa Mekarwangi Kecamatan Binong Subang pada 12 Desember 2020 lalu,”ujar Kapolres Subang.

Hal ini, AKBP. Aris Kurniawan menambahkan bahwa kronologi kejadian, pada saat korban berjalan menggunakan sepeda motor, dipepet oleh pelaku, dan langsung disiram dengan air keras kearah korban.

“Usai menyiram air keras, pelaku mengambil barang – barang milik korban, seperti tas dan handphone,” jelas Kapolres.

Dalam kasus penyiraman air keras ini, akhirnya pelaku berhasil diamankan 17 Desember 2020 lalu, dikediaman nya, sementara itu satu pelaku masih berstatus DPO, yakni sedang berada di luar negeri menjadi TKI.

“Pelaku mengaku mendapatkan air keras tersebut dari seorang temannya, yang berprofesi sebagi tukang cuci emas, adapun motif pelaku melakukan perbuatan jahat tersebut, di suruh oleh seseorang yang saat ini di luar negeri, yang berprofesi sebagai TKI dengan inisial DS, dan diduga orang yang diluar negeri tersebut ada motif unsur sakit hati,” ungkap Kapolres Subang.

Selanjutnya, dalam kasus tersebut, Polisi berhasil mengamankan barang bukti, 1 Buah Tas, 1 buah Handphone, 1 Unit Motor milik korban, dan 2 unit motor milik pelaku.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku saat ini mendekam di sel tahanan Mapolres Subang, dan terancam pasal 353 Ayat 1 dan 2 KUHP, dengan ancaman minimal 4 Tahun dan maximal 7 Tahun penjara.

Wartawan : Ahya Nurdin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here