Senin, April 19, 2021

Gank Motor Beraksi! Seorang Warga di Pusakajaya Tewas Dibacok

SERING DIBACA

Serikat Nelayan NU Kerjasama Loka PSPL Serang Kembangkan Potensi Mangrove dan Garam di Jawa Barat

  DEPOK - Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama Jawa Barat Bekerjasama dengan Loka PSPL Serang Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dalam...

Polsek Subang Himbau Warga Tidak Berkerumun Pada Pendataan Banpres Di Bank BNI Subang.

Subang - Pendataan  Banpres di Bank BNI Subang Timbulkan kerumanan yang tidak terhindarkan Hal ini tentu menjadi sorotan publik dimana...

Ramadhan Berkah! IJTI Korda Purwasuka Gandeng Karang Taruna Bagi-bagi Takjil Kepada Pengguna Jalan

  Purwakarta, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Purwasuka menggandeng Karang Taruna Unit Dusun 2 Desa Cibeber Kecamatan Kiarapedes Kabupaten...

 

SUBANG – Seorang pria ditemukan tewas terkapar dipinggir jalan jalur Pusakanagara – Compreng dengan penuh luka bacok di sekujur tubuhnya.

Berdasarkan keterangan warga yang melihat kejadian, pembacokan tersebut dilakukan oleh segerombolan gank motor. Peristiwa sadis tersebut terjadi sekitar pukul 03.20 WIB, Minggu (13/12/2020)

Kabar pembacokan tersebut menggemparkan warga Desa Bojong Tengah dan Bojong Jaya Kecamatan Pusakajaya, wargapun penasaran ingin melihat lebih dekat TKP Peristiwa pembunuhan tersebut.

Pihak kepolisian dari Inafis telah melakukan identifikasi korban, namun belum ditemukan identitas korban, wargapun tak ada yang mengenali korban yang tewas dengan kondisi menyedihkan tersebut

Salah satu saksi Aang mengatakan, saat keributan terjadi ia tengah berada di warung. Sekira pukul 03.15 WIB, ia mendengar adanya suara keramaian dari sekitar 8 motor yang melintas dekat warungnya dari arah Pusakanagara menuju Compreng.

“ ada 8 sekitar motor konvoi sambil membawa senjata tajam sambil digesekan ke kejalan dan setelah itu terjadi keributan”

Setelah terjadi keributan, tersebut ada seorang korban terkapar berlumuran darah dan satu orang lainnya sempat melarikan diri ke pemukiman warga Desa Bojongjaya

“Setelah terjadi keributan ada dua orang terkena bajokan senjata tajam, dan sempet meminta tolong dengan kondisi berlumuran darah, sampai akhirnya korban tersebut terkapar di TKP, sementara satu korban lainnya lari ke pemukiman warga dengan kondisi yang sama berlumuran darah” Jelas Aang

Sementara satu orang yang juga diduga korban sempat melarikan diri ke gang warga juga hingga saat ini belum diketahui keberadaannya.

“Nah yang satu ini, korban yang terkena sajam sempat minta tolong dan tergeletak, dari lokasi kejadian itu sempat lari dan ambruk di Wesel, disitu masih ada orang, ada yang jualan, bahkan darahnya kemana-mana, ada di gas juga karena korban mau merangkul ingin minta tolong,” jelasnya.

Dikatakan Aang, Tak lama kemudian, gerombolan motor tersebut kembali berbalik arah ke menuju Pusakanagara.

Saksi Aang juga menjelaskan tidak mengetahui secara pasti apakah korban tersebut sebelumnya mengenal gerombolan atau ada motif pembegalan.

“Nah yang diduga korban ini kan dua orang, satu ada yang lari ke gang, satu lagi meninggal dilokasi, tapi tidak tahu apakah mereka ini satu motor atau tidak, karena setelah kejadian tersebut tidak ditemukan adanya motor korban. Entah motornya dibawa saya kurang hafal persisnya, karena pas saya melihat sudah kejadian ribut-ribut,” tutur Aang.

Hingga berita ini di tulis, Pihak kepolisian belum bisa memberikan keterangan tentang peristiwa pembacokan tersebut, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus pembacokan tersebut

Kasus pembacokan yang menyebabkan korban meninggal dunia tersebut, saat ini sudah ditangani Satreskrim Polres Subang

Polisi sudah melakukan identifikasi di TKP terhadap korban dan memasang Police Line di TKP, korbanpun sudah dibawa ke Rumah Sakit Untuk dilakukan otopsi, serta sejumlah saksi mata yang melihat peristiwa keji tersebut sudah dimintai keterangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

REKOMENDASI BERITA UNTUKMU