Gara-Gara Unggah Foto & Video Tanpa Izin, EO Universal Indonesia Dilaporkan Ke Polisi

0
23

SUBANG – Tak terima foto dan videonya dicaplok oleh Event Organizer ( EO ) untuk dijadikan ajang bisnis, seorang Warga Subang berinisial IK melaporkan sebuah EO UNIVERSAL INDONESIA ke Polisi.

EO UNIVERSAL INDONESIA diduga telah menjadikan foto dan video IK sebagai iklan promosi bisnis dengan cara mengupload dan menyebrkan foto dan Video milik IK ke media sosial untuk kepentingan bisnis promosi tour wisata

IK (42) yang didampingi kedua pengacaranya Adv Suhendra.SH dan Adv Sutarno sirait.SH, Melaporkan YR (40) beralamat tinggal komplek BTN CIPUTRI INDAH RT 04 RW 07 Kelurahan Wangunharja Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat. Laporan tersebut tertuang dalam nomor R/LI-202/XII/2020/Reskrim tertanggal 14 Desember 2020.

“YR (40) diduga melanggar asusila dengan sengaja memposting foto dan video yang tidak senonoh di 7 akun miliknya, dan sebagian foto foto tersebut diedit terlebih dahulu, bahkan sebelum dilaporkan YR(40)sempat menandatangani surat pernyataan permintaan maaf, hanya saja YR(40) ingkar terhadap pernyataan tersebut” Ujar Suhendra,SH

Suhendra menjelaskan, IK(42) warga Subang selaku pemilik foto dan video yang diambil tanpa izin oleh EO UNIVERSAL INDONESIA mengaku kesal karena foto dan videonya dijadikan bisnis untuk promosi EO UNIVERSAL INDONESIA

“Klien kami benar-benar merasa dirugikan dan sangat keberatan dengan dipostingnya di medsos dengan tanpa izin terlebih dahulu”ucapnya

Menurut Suhendra, sebagian foto dan video milik IK tersebut diupload dan dijadikan iklan bisnis EO UNIVERSAL INDONEISA milik YR(40) dengan tanpa izin.

“YR menyebarkan berita bohong di medsos seolah olah klien kami bekerja di EO nya, dengan cara menampilkan foto dan video liburan klien kami tanpa izin” katanya

Dikatakan Suhendra, pihaknya juga selain membuat laporan polisi, kami pun akan datang ke Dinas terkait khususnya pariwisata DI lembang yang bekerja sama dengan UNIVERSAL INDONESIA agar dibekukan kegiatannya, karena menyangkut keselamatan para Wisatawan asing dan domestic

Suhendra mengaku melaporkan YR dengan dugaan telah melanggar Undang-Undang ITE Pasal 45 ayat (1) yang berbunyi:

“Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) dipidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).”

Dan Pasal 45 ayat (3) berbunyi:

“Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah)”

Dan jika benar terbukti dugaan yang kami laporkan tersebut,maka YR (40) terancam pidana 4 tahun penjara dan denda UU Hak cipta sebesar 500,000,000.

Wartawan : Ahya Nurdin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here