Minggu, Juli 25, 2021

Gila! Ingin Jadi CPNS di Subang Dibandrol Seharga Rp. 50-70 Juta, Ini Terjadi di Jaman Bupati Ojang Sohandi

SERING DIBACA

Pemkab Subang Dan PT.Bima Eka Jaya Gelar MoU Pembangunan Mall Pelayanan Publik

SUBANG - Dalam upaya mendukung dan memaksimalkan Pelayanan Publik. Pemkab Subang bekerjasama dengan pihak swasta akan segera membangun Mall...

Kodim 0605/Subang Lakukan Vaksinasi Covid Kepada Karyawan PT.Pertamina EP Subang Field

Subang – Sebagai langkah upaya nyata dalam penanggulangan Covid-19, PT Pertamina EP Zona 7 yang tergabung dalam Regional Jawa...

Wujud Perhatian Pimpinan, Kapolsek Legonkulon Rayakan Ultah Anggotanya

SUBANG - Kerukunan antar personil di Polsek Legonkulon tidak hanya saat bertugas rutin saja, namun juga dalam hal yang...

 

BANDUNG – Empat orang PNS Pemkab Subang jadi saksi kasus dugaan suap penerimaan CPNS sumber honorer pada 2013, dengan terdakwa Heri Tantan Sumaryana selaku Kabid Pengadaan di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Subang.

Sidang saksi digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Kelas IA Khusus Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Rabu (3/2/2021).

Ke empat orang saksi ini merupakan mantan tenaga honorer kategori II Pemkab Subang yang mengabdi sejak 2004. Pada 2013, mereka mengikuti seleksi CPNS dengan membayar puluhan juta rupiah kemudian lulus dan diangkat jadi CPNS.

Berikut kesaksian CPNS Subang Yang jadi PNS Seperti dikutip dari Laman www.jabar.tribunnews.com

Aries Kurniawan mengaku sudah jadi honorer sejak 2004. Pada 2013, ada seleksi CPNS dari sumber honorer.

Ia mengakui menyerahkan sejumlah uang supaya jadi CPNS. Uang diserahkan pada sosok bernama Ari yang dia kenal teman dekat Heri Tantan.

“Saya serahkan uang Rp 40 juta. Saya serahkan lagi Rp 10 juta pas mau ambil SK CPNS,” kata Aries.

Dia mengaku sudah jadi honorer sejak 2004. Pada 2013, ada seleksi CPNS dari sumber honorer.

Saat itu, kata Aries, pemberian uang bertolak belakang dengan hati nuraninya. Ia mengenal sosok Heri Tantan karena jadi panitia seleksi CPNS dari sumber honorer. Sehingga, ia meyakini dengan memberi uang bisa lolos.

“Tapi mungkin dengan cara itu (memberi uang) bisa diangkat jadi CPNS,” ucap Aries.

Selain Aries, Ada Andi Suparno, mantan honorer yang kini jadi PNS. Dia juga sudah jadi honorer sejak 2004 dan ikut seleksi CPNS pada 2013

“Saya serahkan uang Rp 50 juta, pinjam ke bank dulu dan akhirnya keterima jadi CPNS. Saya menyerahkan uangnya ke orang dekat pak Heri Tantan,” ucap Andi.

Kemudian Farid Budiantoro yang juga mantan honorer kategori II. Dia juga menyerahkan uang.

“Saya beri uang Rp 50 juta ke pegawainya pak Heri setelah tes CPNS,” ucap dia.

Mendengar kesaksian tersebut, Heri Tantan tidak membantah keterangan para saksi soal penyerahan uang puluhan juta itu.

“Saya beri uang Rp 50 juta ke pegawainya pak Heri setelah tes CPNS,” ucap dia.

Mendengar kesaksian tersebut, Heri Tantan tidak membantah keterangan para saksi soal penyerahan uang puluhan juta itu.

“Iya benar. Saya menerima penerimaan uang-uang tersebut,” kata Heri.

Heri Tantan didakwa menerima gratifikasi senilai Rp 2,52 miliar lebih dari total Rp 32,4 miliar lebih.

Uang didapat dari pungutan terhadap warga Subang yang akan diangkat jadi CPN bersumber dari honorer kategori II pada 2012.

Saat itu, Pemkab Subang mengusulkan 6,742 honorer kategori II untuk mengikuti seleksi CPNS.

Sumber : Jabar.tribunnews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

REKOMENDASI BERITA UNTUKMU