Beranda Daerah 1.530 Nelayan Terdampak Pelabuhan Patimban Akan Dapat Bantuan Kapal dan Permodalan dari...

1.530 Nelayan Terdampak Pelabuhan Patimban Akan Dapat Bantuan Kapal dan Permodalan dari KKP

293
0
Aktivitas Nelayan Terganggu dengan adanya Pembangunan Pelabuhan Patimban, Nelayan pun mengalami kerugian atau penurunan hasil tangkapan sekitar 75%

SUBANG-Dampak Pembangunan Pelabuhan Patimban dalam 2 tahun terakhir sangat dirasakan oleh sekitar 1.530 Nelayan yang biasa melaut di perairan Patimban. Penghasilan para nelayan menurun hampir 75%.

Guna mengatasi dampak kerugian para Nelayan, Presiden Jokowi telah mengintruksikan kepada Kementerian Kelaulatan dan Perikanan(KKP) untuk menanggulangi dampak kerugian yang dirasakan oleh nelayan sekaligus memberikan pemberdayaan terhadap nelayan yang terdampak proyek pembangunan Pelabuhan Internasional Patimban.

Perwakilan Ditjen Perikanan Tangkap KKP, Gunaryo menjelaskan pihaknya telah berdiskusi dengan 100 nelayan terdampak. Setidaknya ada 100 nelayan dari dua tempat pendaratan ikan yaitu Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Genteng dan Terungtum. KKP akan memberikan bantuan berupa pengadaan kapal, alat tangkap dan permodalan.

“Kami siap membantu nelayan, baik berupa pengadaan kapal dan alat tangkapnya maupun permodalannya. Para nelayan juga sangat tertarik dengan skema bantuan (permodalan) yang kami tawarkan ,” kata Gunaryo

Gunaryo menyebut sebelum ada pembangunan Pelabuhan, nelayan dengan kapal di bawah 2 GT bisa menangkap ikan di perairan sekitarnya. Para nelayan bisa membawa uang Rp 1,5 juta – Rp 2 juta tiap hari berlayar.

Namun sejak ada proyek pembangunan Pelabuhan Patimban, penghasilan nelayan menurun drastis. Dalam sehari penghasilan nelayan hanya sekitar Rp 300 ribu sampai Rp 500. Kini para nelayan harus berlayar lebih jauh lagi sehingga membutuhkan kapal yang lebih besar lagi.

Sementara itu Kepala KSOP Patimban, Anwar mengatakan ada 1.530 nelayan yang terdampak oleh pembangunan proyek Pelabuhan Patimban. Mereka berasal dari di 4 TPI yaitu (Terungtum, Genteng, Galian, dan Ujunggebang). Para nelayan tersebut membutuhkan kapal ikan dengan kapasitas 8GT sampai 10 GT.

“Mereka butuh bantuan sekitar 648 kapal penangkap ikan berkapasitas 8 – 10 GT,” kata dia.

KSOP Patimban bekerjasama dengan JICA sudah melakukan sejumlah pelatihan bagi masyarakat sekitar lokasi proyek. Semisal pelatihan bongkar muat, kuliner, pengoperasian kapal nelayan 10 GT, security, cleaning service, dan lainnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini