Ajarkan Santri Berwirausaha, Polres Subang Berikan Pelatihan Barista Coffee ke Kalangan Santri.

11
Foto : Kapolres Subang AKBP Sumarni bersama para Santri Ponpes Raudhatul Hassanah terlihat antusias meracik dan menyajikan kopi.

 

SUBANG – Dalam rangka mengembangkan ekonomi kreatif dilingkungan Pesantren. Jajaran Polres Subang bekerjasama dengan Korps Kopi Indonesia menggelar pelatihan Barista (penyaji) kopi bagi kalangan Millenial.

Kegiatan pelatihan barista kopi tersebut diberikan kepada puluhan santri Ponpes Raudhatul Hassanah. Rabu(8/6/2022)

Para santri terlihat antusias mengikuti pelatihan kopi tersebut, para santri terlihat satu persatu mencoba menyajikan kopi, mulai dari menumbuk,meracik hingga menyajikan kopi.

Kapolres Subang AKBP Sumarni, mengatakan pelatihan barista Coffee ini tak lain untuk menumbuhkan motivasi berwirausaha bagi kalangan Millenial di Subang.

” Kegiatan ini di ikuti oleh para santri Ponpes Raudhatul Hassanah dan mereka para santri terlihat antusias, bahkan ada yang sudah mahir menyajikan kopinya,” ujar Kapolres Subang AKBP Sumarni

Selain melatih berwirausaha bagi para generasi Millenial Subang, pelatihan ini juga untuk mengembangkan ekonomi kreatif di lingkungan pesantren.

“Pesantren harus bisa mengembangkan ekonomi kreatif dan mampu menjadikan santrinya sebagai santri yang tak hanya mahir ilmu agama, melainkan mahir berwirausaha, sehingga santri bisa sejahtera,” katanya

Sumarni berharap,  pelatihan ini semoga bisa bermanfaat dan kedepan santri dan kaum Millenial lainnya bisa menjadi generasi yang hebat membangun ekonominya sendiri.

” Santri dan generasi Millenial lainnya di Subang, harus bangkit dan mau berwirausaha untuk membangun kemandirian ekonomi,” ucapnya.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Raudhatul Hassanah, Abdul Mukmin atau yang akrab disapa Kyai Maung, mengucapkan terima kasih atas apa yang sudah dilakukan oleh Jajaran Polres Subang yang sudah memberikan pelatihan Barista Coffee.

” Pelatihan Barista Coffee ini sangat bermanfaat dalam membangun dan memotivasi para santri untuk berwirausaha dalam membangun kemandirian ekonomi generasi muda,” ucap Kyai Maung.

Selain itu, pelatihan dilingkungan Pesantren ini, bisa menumbuh kembangkan ekonomi kreatif dilingkungan Pesantren.

“Pesantren sekarang dituntut untuk mengembangkan ekonomi kreatif, dalam hal ini santrinya tak hanya diajarkan ilmu agama, tetapi juga diajarkan ilmu berwirausaha agar para santri memiliki kemandirian ekonomi,” katanya (Ahy)

Bagikan: