Beranda Daerah Bakti Kominfo Mulai Berdayakan Potensi Kayu Putih Subang Sebagai Komoditi Ekspor Via...

Bakti Kominfo Mulai Berdayakan Potensi Kayu Putih Subang Sebagai Komoditi Ekspor Via Pelabuhan Patimban

177
0
Produksi Pengolahan Minyak Kayu Putih di Desa Sukahurip Kec.Cijambe Kab.Subang

SUBANG – Besarnya potensi minyak kayu putih di Subang Jawa Barat dapat dilihat dari luasnya hutan produksi kayu putih yang mencapai ribuan hektar.

Menurut Kepala Desa Sukahurip, Denny SP, bila melihat potensi seperti sangat mungkin Subang jadi produsen minyak kayu putih terbesar di Jawa.

“Potensi ini menjadi kekayaan sumber daya alam di desanya yang saat ini oleh Bakti Kominfo tengah dipromosikan melalui Program Jelajah Tol Langit” katanya

Dikatakannya, apalagi seiring dengan akan segera beroperasinya Pelabuhan Internasional, Kayu putih Subang bisa menjadi produk komoditi ekspor

” Semoga setelah di promosikan oleh Bakti Kominfo, potensi kayu putih Subang bisa menarik pasar Internasional dan ditunjang dengan adanya Pelabuhan Patimban, kedepan produksi minyak Kayu Putih Subang bisa menjadi komoditi ekspor”katanya lagi

Perlu diketahui oleh masyarakat, selama sembilan bulan terakhir minyak kayu putih mulai menjadi salah satu komoditas yang bisa menghidupi rakyat di Desa Sukahurip Kec.Cijambe Kab.Subang

“Oleh karena itu kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Bakti Kominfo (dengan Program Jelajah Tol Langit) supaya manfaat keberadaan potensi ini makin dirasakan,” ujarnya kepada wartawan, Jum’at (14/8/2020).

Namun, kata Denny kapasitas produksi kayu putih masih terbatas baru sampai penyulingan menjadi minyak kayu putih murni.

“Belum sampai pada produksi fermentasi sebagaimana yang dibutuhkan pasar,” imbuhnya.

Keberadaan Hutan Kayu Putih di Desa Sukahurip merupakan kemitraan antara Perhutani dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

“Harapan masyakarat dengan Kawasan Desa Digital yang diprakarsai Bumadesma Prakarsa Galuh, SmartConnect dan Bakti, bisa memberikan solusi pada kebutuhan pada produksi,” katanya.

Sementara itu kata Direktur Bumadesma Prakarsa Galuh, Asep Ma’mun, bisa saja pemanfaatan Bumadesma dalam meningkatkan produksi ataupun bakti sendiri diharapkan bisa berinvestasi berbasis Bumdes dalam meningkatkan produksi minyak kayu putih. Apalagi Bakti sebagai mitra kerja yang sangat mampu untuk berinvestasi. Sehingga desa maju Indonesia Maju itu bisa menjadi kenyataan,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini