Beranda Headline Diguyur Hujan 10 Jam Tanpa Henti, Pamanukan Mulai di Kepung Banjir

Diguyur Hujan 10 Jam Tanpa Henti, Pamanukan Mulai di Kepung Banjir

728
0

PAMANUKAN – Hujan deras terus mengguyur wilayah Pamanukan dan sekitarnya dari Dini Hari tadi hingga Waktu Dzuhur saat ini belum juga reda.Akibanya, air hujan mulai merendam sejumlah jalan-jalan dan pekarangan rumah warga dikawasan Pamanukan

Berdasarkan pantauan dilapangan, Jalur Provinsi Pamanukan Subang dari Mulai Perempatan Pamanukan hingga Depan Kantor Desa Rancasari terendam banjir

Puluhan kendaraan roda dua terlihat mogok akibat memaksa menerobos jalanan yang tergenang air setinggi lutut orang dewasa tersebut

Sementara itu pemukiman warga di desa Mulyasari juga mulai terendam dan tak sedikit air yang sudah masuk ke rumah warga

Kades Mulyasari, Hasanudin Masawi mengungkapkan, akibat hujan deras sejak pukul 02.00 Senin Dini hari(24/5/2020), ratusan rumah di Desa Mulyasari Kecamatan Pamanukan mulai terendam banjir

“Ada 3 dusun yang sudah terendam diantaranya Wilayah Dusun 1. Kedung Gede latar, Dusun 2. Pintu, Lumbung, Kedung Gede Kaler, blok Istal dan Dusun 3. Kampung Baru blok jengkol, Jalitri dan Kampung baru blok Bengkok”Ujar Kades Mulyasari Hasanudin Masawi

Menurutnya, banjir yang merendam pemukiman warganya rata-rata diketinggian 30-50cm atau selutut dewasa

“Jumlah rumah yang terdampak genangan banjir ada sekita 270 rumah dengan ketinggian rata-rata selutut orang dewasa”katanya

Hasanudin Masawi berharap, mudah-mudahan hujan cepat reda sehingga genangan air tidak terus bertambah tinggi

“Semoga hujan cepat reda dan agar air yang menggenangi pemukiman penduduk bisa cepat surut” harapnya

Sementara itu pantauan dilapangan, Kondisi debit air Sungai Cipunagara Pamanukan masih dalam.keadaan normal di kisaran 4,5meter diatas permukaan laut

Hujan yang tiada henti mengguyur wilayah Pamanukan dan sekitarnya, membuat warga mulai was-was. Genangan air terlihat dimana mana. Pantauan didesa Lengkong Jaya, warga terpaksa membongkar drainase program kotaku, karena air tersebut dan membanjiri pemukiman warga.

 

Ahya Nurdin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini