Dinkes Subang Berduka! Pejuang Stunting Meninggal Dunia

351
Foto : Kadinkes Subang dr Maxi berbelasungkawa ke rumah duka Acep Jumarna, salah seorang ASN Dinkes Subang yang meninggal dunia akibat serangan jantung. FOTO: AHYA NURDIN / Patimbannews.com

SUBANG-Dinas kesehatan Kabupaten Subang berduka, salah seorang pegawainya Acep Jumarna tutup usia, pada Senin(24/1/2022) akibat serangan jantung.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Subang dr Maxi didampingi istrinya, Ai Maxi melayat ke rumah duka almarhum Acep Jumarna di Desa Cidadap, Kecamatan Pagaden Barat, Kabupaten Subang, Rabu (26/01/2022).

Pemilik Klinik Happy Healthy tersebut menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya buat keluarga Acep Jumarna. Acep Jumarna merupakan aparatur sipil negara (ASN) di dinasnya yang meninggal dunia, kemarin.

“Kami sangat terkejut, karena di hari yang sama Subang mendapatkan penghargaan dari pak Gubernur Jawa Barat terkait kinerja percepatan penurunan stunting,” ucap Kadinkes.

Prestasi ini, kata Kadinkes, tak lepas pula dari kinerja almarhum Acep Jumarna, karena dulu Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi yang erat kaitannya dengan stunting.

“Almarhum, merupakan pahlawan, yang telah berjuang menekan angka Stunting dan memperbaiki gizi anak-anak di Subang” tegas Maxi

Maxi juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya dan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Subang kepada almarhum secara pribadi.

“Semoga segala amal ibadah yang telah diperjuangkan selama almarhum Acep Jumarna bertugas mendapatkan balasan dan tempat yang layak dari Allah SWT”ucap Maxi mendoakan Almarhum

“Bagi keluarga yang ditinggalkan agar tetap tegar dan sabar karena anak-anak masih membutuhkan perhatian orangtua. Saya doakan anak-anak beliau bisa menggantikan posisi beliau sebagai ASN,” imbuhnya

Sementara itu, istri dari almarhum Acep Jumarna, Dariah menyampaikan terima kasih atas perhatiannya selama suaminya bekerja di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang.

“Dia orangnya semangat kerja, tidak pernah mengeluh. Kerja tidak ada kata cape, sampai pagi atau malam tetap kerja. Sekarang suami saya sudah tidak ada,” ucap ibu dua anak tersebut.

Maka dari itu, pihaknya mohon maaf bila ada perkataan atau perbuatan yang dilakukan suaminya. “Kalau ada kesalahan apa-apa, saya minta maaf. Terima kasih atas segala perhatian dari semuanya,” pungkasnya.

Ahya Nurdin / Patimbannews.com

Bagikan: