Beranda Daerah Gaji di Potong Sepihak Oleh Perusahaan, Karyawan PT. GRPP Ngadu ke LAK...

Gaji di Potong Sepihak Oleh Perusahaan, Karyawan PT. GRPP Ngadu ke LAK Galuh Pakuan

814
0

SUBANG – Sejumlah karyawan PT Graha Rani Putera Persada (GRPP) mengadu ke Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan, terkait gaji bulan Agustus 2019 dipotong secara sepihak oleh pihak Managemen PT. GRPP.

Terkait adanya pengaduan itu Patih Agung LAK Galuh Pakuan Wawan Renggo membenarkan, dan LAK Galuh Pakuan sangat menyayangkan adanya pemotongan gaji itu, dan sejumlah perwakilan karyawan PT. GRPP itu kepada Raja LAK Galah Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi, untuk menyikapi persoalan kesewenang-wenangan dari pihak Perusahaan, agar bisa disampaikan langsung ke Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

“Ya saya rasa pemotongan gaji karyawan oleh pihak managemen PT. GRPP itu, bahwa pihak GRPP sudah memperlihatkan sifat arogansinya, dan kesewenang-wenangannya,” ujar Wawan Renggo kepada wartawan di Subang, Rabu (4/9/2019).

Wawan Renggo yang akrab disapa Abah Renggo ini menyebutkan, pemotongan gaji karyawan PT. GRPP itu bervariasi ada yang dipotong Rp700 hingga Rp800 ribu per-bulan, padahal menurut pengakuan para karyawan, selama di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu di tutup sementara karena erupsi, para karyawan itu tetap bekerja, bahkan tidak pernah libur.

“Saya harap, pihak PT. GRPP, bisa bersikap bijak, karena mereka mengelola TWA Tangkuban Parahu itu, sudah hampir 10 tahun lamanya, tentunya banyak keutungan yang sudah mereka raup, ya sudah sewajarnya pihak managemen tidak melakukan pemotongan hak-hak karyawannya, sedangkan kewajiban para karyawan sudah ditunaikan dengan baik,” tegasnya.

Apabila pihak PT. GRPP tidak mendengar keluhan para karyawannya ini, maka LAK Galuh Pakuan tidak akan segan melaporkan persoalan ini kepada Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, bahkan sampai ke Presiden.

Sehingga persoalan ini, akan menambah berderetnya dugaan pelanggaran yang dilakukan PT. GRPP selaku pengelola TWA Tangkuban Parahu terhadap masyarakat lokal.

“Saya minta ada niat baik dari pihak managemen PT. GRPP, jika tidak, maka LAK Galuh Pakuan, akan mengadukan langsung ke Kemenakertrans, bahkan ke Bapak Presiden langsung kita laporkan,” ucap Abah Renggo.

Sementara itu kata Abah Renggo, perwakilan yang datang menghadap ke Raja LAK Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi, memohon agar namanya dirahasiakan, tetapi jika kesaksiannya nanti dibutuhkan oleh Menakertrans, mereka siap menyampaikan kesaksiannya tersebut.

Ahya Nurdin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini