Beranda Daerah Gerakan TNI Cinta Tanah & Air, Danramil Pamanukan Sosialisasikan & Implementasikan Penggunaan...

Gerakan TNI Cinta Tanah & Air, Danramil Pamanukan Sosialisasikan & Implementasikan Penggunaan BIOS 44

182
0
Anggota Koramil Pamanukan Sedang melakukan pencampuran BIOS 44 kedalam tanah yang akan dijadikan lahan tanam

SUBANG – Tepat di Hari Ulah Tahun Republik Indonesia (HUT RI) yang ke-75, Koramil 0509/Pamanukan Kodim 0605 Kab.Subang semprot lahan pertanian dengan cairan atau obat “BIOS 44”.

Danramil 0509/Pamanukan, Kapten Inf. Asep Ruhiyat, mengatakan, kegiatan ini serentak dilakukan di HUT RI yang ke-75, khususnya di wilayah TNI angkatan darat Kodam III Siliwangi, dengan Tema ‘Gerakan TNI Cinta Tanah dan Air’

Asep Ruhiyat menuturkan, BIOS 44 merupakan pupuk cair hasil dari inovasi TNI untuk Petani yang sudah diuji dan teruju teruji.

“Setelah diuji dan hasilnya sangat luar biasa yang awal tanahnya tandus setelah disemprot memakai obat cair Bios 44, tanah tersebut kembali subur dan hasil panenya cukup maksimal.” kata Danramil Pamanukan Kapten Inf.Asep Ruhiyat kepada patimbannews.com, Senin (17/8/20)

Untuk saat ini,  selain kita uji cobakan kepada lahan pertanian di areal pesawahan, hari ini juga kita juga mencoba menanam pohon cabai dipolybag yang tanahnya sudah kita campuri dengan cairan BIOS 44

“Harapan kami (Koramil Pamanukan red) dengan adanya Bios 44 ini seluruh petani, dan bagi petani yang belum menggunakan pupuk cair ini bisa segera menggunakannya. Karena, ini salah satu bentuk TNI untuk membantu petani, sehingga petani bisa lebih sejahtera lagi,” tukasnya.

Dikatakan Danramil Pamanukan, guna memaksimalkan pengenalan Bios 44 kepada masyarakat tani, utamanya kalangan kelompok tani, jajaran Koramil Pamanukan melalui Babinsa terus berupaya melakukan sosialisasi kepada petani, masyarakat dan bahkan kepada aparatur desa dan kecamatan di Pamanukan.

“Bios 44 adalah ramah lingkungan kerena merupakan gabungan mikroorganisme, pada mulanya diciptakan untuk membantu dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Namun kini keberadaan Bios 44 berkembang pada sektor pertanian dan perkebunan maupun perikanan yang mampu meningkatkan produktivitasnya,” ungkap Danramil Pamanukan Kapten Inf.Asep Ruhiyat

Lebih lanjut Danramil Pamanukan mengatakan penerapan atau implementasi penggunaan BIOS 44 sudah kita lakukan tidak hanya untuk lahan pertanian seperti sawah atau padi, melainkan kita coba juga dengan melakukan  penanaman cabai rawit dan cabai Besar Dengan menggunakan polybag di lingkungan Koramil Pamanukan.

“Bertanam di Polybag merupakan alternative pemecahan masalah bila kita memerlukan konsumsi segar buah / sayuran.Apalagi dengan campuran BIOS 44, tanaman akan tumbuh subur dengan cepat” ucapnya

Pemilihan polybag sebagai wadah tanam untuk budidaya dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dimilikinya seperti, harga murah, tahan karat, tahan lama, ringan bentuk seragam, tidak cepat kotor dan mudah diperoleh pada toko Saprodi, toko Plastik. Selain itu sangat baik untuk drainage, aerasi sehingga tanaman dapat tumbuh subur seperti dilahan.

Penentuan ukuran Polybag yang cocok untuk pertumbuhan tanaman diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam penggunaan media dan nutrisi.

Selain bertujuan menghijaukan lingkungan penanaman cabai di polybag dapat menghemat lahan pekarangan yang sempit dan mendapat nilai ekonomis dari hasil cabai tersebut.

Danramil Pamanukan Kapten Inf Asep Ruhiyat juga menuturkan agar anggota juga menanam cabai dirumah dengan campuran cairan BIOS 44 dan mengajak masyarakat di wilayahnya untuk menanam cabai di polybag guna mensiasati harga cabai yang melonjak, sehingga hasil dari menanam cabai dapat mengurangi pengeluaran***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini