Beranda Headline Hari Terakhir PSBB, Puluhan Pedagang Pasar Impres Pamanukan Jalani Rapid Test Masal

Hari Terakhir PSBB, Puluhan Pedagang Pasar Impres Pamanukan Jalani Rapid Test Masal

1063
0

SUBANG – Hari terakhir pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Subang, Puluhan pedagang Pasar Inpres Pamanukan Kabupaten Subang, Jawa Barat menjalani rapid test (RDT) masal, Selasa pagi (19/5/2020). Pelaksanaan ini guna mencegah penularan virus Corona atau COVID-19 di lingkungan pasar dan pusat keramaian khususnya diwilayah Pamanukan

Tes tersebut dilakukan oleh tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Subang khususnya Puskesmas Pamanukan. Sedikitnya ada 60 pedagang yang mengikuti tes tersebut, yang dilaksanakan di eks Terminal Non Bis Pamanukan.

Dalam tes itu, setiap pedagang mengisi data, kemudian petugas yang menggunakan APD di depan meja langsung memeriksa. Pelaksanaan Rapid Test masal tersebut mendapat pengawalan dari TNI-POLRI yang di Pimpin langsung Oleh Kapolsek Pamanukan Kompol Dadang Cahyadiawan, SH dan Danramil Pamanukan Kapt.Inf.Asep Ruhiyat

Jubir TGTPP COVID-19 Subang mengatakan ada 60 pedagang yang melakukan tes di Pasar Inpres.

“Ada 60 pedagang pasar yang kita ambil dari berbagai blok di kawasan Pasar Inpres dan Pamanukan Mall. Mudah-mudahan tidak ada reaktif ataupun positif,” kata dr.Maxi saat ditemui di lokasi, Selasa (19/5/2020).

dr.Maxi juga mengatakan sasaran dari kegiatan tes rapid adalah orang yang sering kontak dengan orang lain, seperti pedagang dan pelayan toko. Mereka rentan terpapar karena berhungan langsung dengan pengunjung. Tujuannya untuk mencegah penularan virus Corona.

“Untuk hasilnya mungkin nanti ya yang RDT kita akan rekap dulu karena belum selesai.” katanya.

“Sementara dari 300 warga yang sudah kita Rapid Test masal dari berbagai tempat khususnya pasar dan sarana tempat ibadah, saat ini ada 5 yang positif Rapid test”imbuhnya

dr. Maxi juga mengatakan Rapid tes masal di yang dilaksanakan di pasar Impres Pamanukan ini tes ini untuk mengetahui kondisi Pamanukan seperti Pasar dan pertokoan, aman atau tidak kasus COVID-19. Karena pedagang paling banyak kontak dengan orang yang tak dikenal dan beda-beda

 

AHYA NURDIN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini