Beranda Daerah Jelang New Normal, Ratusan Warga Berdesakan Antri di Depan Pintu Masuk Disdukcapil...

Jelang New Normal, Ratusan Warga Berdesakan Antri di Depan Pintu Masuk Disdukcapil Subang

278
0

SUBANG- Menjelang diberlakukannya New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru(AKB) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Subang “diserbu” pengunjung untuk mengurus dokumen kependudukan. Bahkan saking padatnya, Depan Pintu masuk tidak mampu menampung sehingga harus antre di halaman kantor.

Ratusan warga terlihat berdesakan mengabaikan protokol kesehatan Covid-19 demi mendapatkan nomor antrian untuk masuk ke ruang tunggu. Terlihat masyarakat lelah mengantri menunggu pemanggilan untuk masuk ke ruang tunggu.

Rata-rata ratusan warga yang berdesakan tersebut, mengurus dokumen kependudukan mulai dari e-KTP, surat pindah, akta kelahiran, kematian, rekam e-KTP cetak KK dan lain-lain.

Salah seorang warga Asep Wahyudi mengaku lelah mengantri untuk mendapatkan karcis antrian masuk ke ruang tunggu

“Lelah banget pak sejak pukul 7 datang ke kantor Disduk udah padat mengantri, namun sampe jam 10 masih padat mengantri dan belum dapat nomor antrian masuk ke ruang tunggu”ujar Asep

Asep mengaku datang ke Disdukcapil mau mengambil KK saudaranya ” saya ke sini cuma mau ngambil Kartu Keluarga yang udah dibuat beberapa pekan lalu” ucapnya

Asep berharap, antrian seperti ini bisa di hindari dan pihak Disdukcapil bisa secepatnya memperbaiki pelayanan agar tidak terjadi antrian seperti ini

” Musim Pandemi Covid 19 seperti ini dan menjelang New Normal, protokol kesehatan harus tetap dijaga, pihak keamanan Disdukcapil harus sigap jangan membiarkan ratusan warga sampe numpuk seperti ini” tandasnya

Berdasarkan pantauan dilapangan, antrian ratusan warga yang berdesakan didepan pintu masuk Disdukcapil Subang masih terlihat padat hingga pukul 10.00Wib. Pihak keamanan Disdukcapil seolah membiarkan antrian ratusan warga tersebut dan sama sekali warga tidak diatur dalam antrian untuk tetep menjaga protokol kesehatan dengan menjaga jarak***

 

AHYA NURDIN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini