Beranda Daerah Kadis Pemdes Subang Apresiasi MoU Tripartite Pembangunan Desa Digital

Kadis Pemdes Subang Apresiasi MoU Tripartite Pembangunan Desa Digital

155
0

SUBANG – Dengan ditandatangaminya MoU tripartit kerjasama antara BumaDesma Prakarsa Galuh dengan BAKTI Kemenkominfo dan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi secara vartual, tentang kelanjutan program desa digital, Jum’at (26/6/2020).

Kepala Dinas Pemerintahan Desa (Dispemdes) Kabupaten Subang Nana Mulyana menyatakan, dirinya sangat menyambut baik, dan berterimakasih kepada BAKTI, Smart Connect dan Bumdesma Prakarsa Galuh, yang telah memprakarsai kerjasama tripartit ini, hingga sampai ke proses penandatanganan MoU.

“Saya sangat bersyukur dan berterimakasih kepada BAKTI Kemenkominfo, Smart Connect dan Bumdesma Prakarsa Galuh,” ucap Nana saat di hubungi via telepon, Jum’at (26/6/2020).

Menurut Nana, kedepannya akan memberikan harapan baru bagi perkembangan kemajuan desa di Kabupaten Subang, terlebih sudah ada ketertarikan antara Bumdesma Prakarsa Galuh dengan Smart Connect dan BAKTI, sehingga akan semakin mempermudah bagi yang sudah terkoneksi dengan desa digital.

“Dengan perjanjian ini, yang masuk dalam desa digital ini akan lebih leluasa lagi, untuk melaksanakan program-program bumdesnya. Terutama dalam mengaktualisasikan setiap potensi yang dimiliki desa. Baik itu potensi sumberdaya alam, ekonomi, dan potensi lainnya, sehingga akan mempermudah memasarkannya melalui internet desa tersebut. Apalagi ditengah tengah pandemi covid seperti sekarang ini,” imbuhnya.

Selain itu kata Nana, dengan desa digital yang ada saat ini, dapat mendorong desa yang lainnya, untuk mewujudkan program desa digital, yang ditargetkan Bupati Subang Ruhimat, kurang dari 1,5 tahun seluruh desa di Subang bisa tersentuh program desa digital.

“Kita akan dorong semua desa, untuk segera mewujudkan bumdesma, sehubgga kedepan seluruh desa akan tersentuh program desa digital, yang dikelola langsung oleh bumdesma,” jelas Nana.

Sementara itu ditegaskannya, dengan desa digital ini, selain akan menjadikan masyarakat desa lebih berdaulat, dan menjadi subjek bukan lagi objek. Sekaligus akan mempermudah semua bentuk pelayanan publik, serta mewujudkan pemerintahan desa yang transparan, dan bersih. Sehingga semua pendapatan desa seperti Dana Desa (DD) bisa lebih tapat waktu, tepat guna dan tepat sasaran.

“Banyak manfaat dari program desa digital ini, yang tentunya akan menjadikan masyarakat desa yang berdaulat, sekaligus menjadikan masyarakat desa sebagai subjek pembangunan ekonomi kerakyatan,” pungkas Nana.

Sementara itu Direktur Smart Connect Agus Budi Raharjo mengatakan, dengan masuknya internet di desa ini, akan meningkatkan pertumbuhan transformasi, melalui ekosistem digital untuk masyarakat desa.

“Dengan adanya sarana dan prasarana TIK dapat mendorong pemuda desa untuk kreativitas dalam membangun desanya, yang berbasis digital ini,” singkat Budi.

Hal senada di sampaikan Direktur Direktorat LTI BAKTI Kemenkominfo Dhia Anugrah Febriansa, dengan penandatanganan MoU kerjsama tripartit ini, akan memberikan peluang yang besar bagi desa untuk lebih maju dan berdaulat.

Maka dari itu kehadiran BAKTI didalamnya kata Dhia, akan memfasilitasi pemanfaatan aplikasi untuk masyarakat di desa, dengan akses jaringan dan jangkauan internet.

“Dan kemajuan ini berkat kerja keras teman-teman penggiat desa. Termasuk peran besar dari Raja Lembaga Adat Karatwan Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi, khususnya di Kabuparen Subang, yang tanpa lelah terus mendorongnya, sehingga program desa digital ini bisa terwujud,” tukas Dhia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini