Beranda Daerah Kanwil Kemenag Jabar Gelar Sosialisasi Penerapan Kurikulum MDT Dimasa Pandemi Covid-19

Kanwil Kemenag Jabar Gelar Sosialisasi Penerapan Kurikulum MDT Dimasa Pandemi Covid-19

305
0

BANDUNG – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provisi Jawa Barat menggelar sosialisasi penerapan kurikulum dan proses pembelajaran madrasah Diniyah takmiliyah dimasa pandemi covid 19 tingkat provinsi Jabar yang dilaksanakan di Hotel The Radiant Lembang Kab Bandung Barat. Sabtu(3/10/2020)

Acara tersebut di ikuti oleh seluruh Kasi PD Ponten, Kasi Pakis Kemenag dan Ketua DPC FKDT kab/Kota se Jawa Barat dengan jumlah total peserta sebanyak 60 orang. Pelaksanaan sosialisasi tersebut tetap mengedepankan protokoler kesehatan dengan 3 M (menggunakan Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak).

Dalam sosialisasi tersebut, sebagai Narasumber yaitu Kabid PD Pontren Kanwil Kemenag Jabar Dr. H Athoilah, M.Ag dan Ketua DPW FKDT Prov. Jabar Atep Abdul Gopar, S.Pd.I

Kabid Pontren Kanwil Kemenag Jabar, Atthoilah menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk mendukung dan menyempurnakan kurikulum MDT. Kurikulum yang sudah disusun tim pengembang kurikulum DPW FKDT Jabar selama 1 tahun sudah menyusun kurikulum terintegrasi

” Kurikulum ini dengan tujuan menyempurnakan pelajaran PAI yang ada di sekolah formal dengan tetap mengikuti KI KD nya sesuai dengan kurtilas (kurikulum 13),sehingga dapat menyeimbangkan pendidikan agama yang ada di sekolah umum formal.”ujar Atthoilah

Selain itu Kata Atthoilah, pengembangan kurikulum ini juga merupakan tuntutan perkembangan zaman yang dapat mengubah pola pengajaran agama dan keagamaan serta pembentukan karakter bagi generasi bangsa

“Sekolah umum yang memiliki jam terbatas dalam pembelajaran agamanya dapat dilengkapi dengan pendidikan madrasah diniyah takmiliyah yang menjadi sarana pendidikan non formal tetapi sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” Katanya

Atthoilah menegaskan bahwa dengan pentingnya pendidikan MDT ini , maka perlu adanya standar kurikulum MDT sehingga terjadi persamaan pola pendidikan dan pengajarannya.

“Dengan adanya standar kurikulum ini maka tiap MDT yang memiliki ijin memberikan pengajaran kepada anak-anak tidak bisa sembarangan memberikan materi dan membuat soal ujian Diharapkan akan mencetak kualitas kompetensi generasi yang handal dan agamis lahir dan batin,” jelasnya.

Atthoilah berharap, Semoga kurikulum ini bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat luas khususnya di Jawa barat dan berharap bisa di gunakan di Indonesia

Sementara itu, Atep Abdul Ghofar, selaku Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Jabar, mengharapkan nantinya, kurikulum ini dapat langsung diimplementasikan pada lembaga pendidikan MDT di tempatnya masing-masing, khususnya diwilayah Jawa Barat

Selain itu, Atep juga menghimbau, kepada seluruh pengurus FKDT se-Jabar, agar pelaksanaan pembelajaran ditengah pandemi ini, di usahakan jangan sampai adanya pembelajaran tatap muka walaupun berada di daerah zona aman,

“Selama pandemi Covid-19, FKDT melarang adanya pembelajaran tatap muka dan jangan sampai muncul klaster baru dari lingkungan Diniyah yang ada di Jawa Barat Dan kita tetap mengikuti pembelajaran daring walaupun terkendala dengan biaya karena di Diniyah tidak ada BOS dari pemerintah pusat maupun daerah”ucapnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini