Kamis, November 26, 2020

Keren! Pelabuhan Patimban Akan Disulap Seperti Kota Yokohama Jepang

SERING DIBACA

Gunakan Teknologi ASCP, Pertamina EP Asset 3 Field Subang Mampu Tingkatkan Produksi di Masa Pandemi Covid-19

 Subang–Untuk pemenuhan kebutuhan minyak dan gas bumi merupakan hal yang vital guna mendukung ketahanan energi. Karakter high risk, high...

Ketua PAC PP Subang: Kasus Covid-19 Meningkat, Bupati Subang Tak Serius Tegakan Protokol Kesehatan

SUBANG-Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Subang, T.Sukanto mengingatkan Pemerintah Kabupaten Subang agar lebih tegas menjalankan aturan protokol kesehatan (prokes)...

Danlanud Suryadarma Letakan Batu Pertma Pembangunan Pura

  SUBANG - Komandan Lanud Suryadarma Marsma TNI Djohn Amarul, S. AB., didampingi tokoh umat Hindu Jro Mangku Ida Bagus...


Jakarta – Pelabuhan Patimban yang berlokasi di Subang, Jawa Barat digadang-gadang akan menjadi pelabuhan terbesar di Indonesia. Pelabuhan ini juga dipercaya akan menjadi kekuatan ekonomi baru bagi Indonesia.


Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, proyek Pelabuhan Patimban akan menimbulkan metropolitan baru. Ada sederet pengembangan kota yang mengelilingi pelabuhan yang diberi nama Rebana.

“Berita baiknya nanti di acara West Java Investment Summit di bulan depan kita akan launching 3 kota. Kota futuristik dengan 1 juta orang mengelilingi Patimban,” katanya dalam acara MarkPlus Government Roundtable Series 2: Pemulihan Ekonomi di Jawa Barat, Kamis (22/10/2020).

Kang Emil menegaskan, pembangunan Pelabuhan Patimban akan sering dengan tumbuhnya kota-kota baru yang mengadopsi industri 4.0. Sebab dirinya tak ingin Pelabuhan Patimban seperti Tanjung Priok yang tidak membawa perubahan kota-kota di sekitarnya.

“Karena kami tidak ingin seperti Tanjung Priok, pelabuhannya berfungsi, tapi sekitarnya tidak. Kita ingin seperti Yokohama, seperti kota pelabuhan modern,” tuturnya.

Sebelumnya, Ridwan Kamil menjelaskan di dalam Rebana akan muncul 10 kota baru. Dari pengembangan kota baru itu menurut perhitungan Pemprov Jabar bisa membuka 5 juta lapangan pekerjaan baru selama 15 tahun.

“Pergerakan ini akan menumbuhkan tambahan 2% sampai 4% pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat yang ujungnya akan menambah pertumbuhan ekonomi kepada nasional,” tambahnya.

Dari kota baru itu Ridwan Kamil juga menyatakan sudah banyak investor yang antre. Dia mencontohkan ada investor Jepang yang tertarik masuk ke Patimban City.

Kemudian ada investor Tiongkok yang kepincut dengan kawasan Aeropolis di Kertajadi. Lalu ada investor Taiwan yang minat dengan dengan kota industri baru di daerah Indramayu. Terakhir ada investor dari Timur Tengah tertarik dengan lahan milik RNI di Jabar untuk didesain sebagai kota baru berbasis industri halal.

“Bulan November satu kota baru yang sudah siap itu kota Rebana Surya Cipta di KM 89 akan di-groundbreaking juga,” ucapnya.

Sumber: detik.com


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

Gunakan Teknologi ASCP, Pertamina EP Asset 3 Field Subang Mampu Tingkatkan Produksi di Masa Pandemi Covid-19

 Subang–Untuk pemenuhan kebutuhan minyak dan gas bumi merupakan hal yang vital guna mendukung ketahanan energi. Karakter high risk, high...

Ketua PAC PP Subang: Kasus Covid-19 Meningkat, Bupati Subang Tak Serius Tegakan Protokol Kesehatan

SUBANG-Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Subang, T.Sukanto mengingatkan Pemerintah Kabupaten Subang agar lebih tegas menjalankan aturan protokol kesehatan (prokes) pasca peningkatan angka terkonfirmasi positif...

Danlanud Suryadarma Letakan Batu Pertma Pembangunan Pura

  SUBANG - Komandan Lanud Suryadarma Marsma TNI Djohn Amarul, S. AB., didampingi tokoh umat Hindu Jro Mangku Ida Bagus Made Wirawan dan para tokoh...

Tragis! Siswa SDN RAJAPOLAH 1 Ciasem Tewas Tertimpa Pagar Tembok Sekolah

SUBANG-Nasib naas menimpa seorang bocah bernama Parhan Pebrian (9), warga Dusun Margatani, Desa Ciasem Baru, Kecamatan Ciasem, Subang, ditemukanntewas mengenaskan akibat tertimpa Tembok Pagar...

Miris! Akibat Sek Bebas, Kasus Pernikahan Dini Anak Dibawah Umur Meningkat di Subang

SUBANG - Kasus Pernikahan dini anak dibawah umur di kabupaten Subang selama masa Pandemi Covid-19 tergolong tinggi. Bahkan, setiap tahun tercatat ada ratusan anak...

REKOMENDASI BERITA UNTUKMU