Beranda Headline Kisah Pilu Warga Miskin di Pantura Subang! Menyatu Dengan KANDANG DOMBA Kondisi...

Kisah Pilu Warga Miskin di Pantura Subang! Menyatu Dengan KANDANG DOMBA Kondisi Rumah KARTONO Nyaris Ambruk

1591
0

SUKASARI – Reyot dan nyaris roboh, itulah kondisi rumah Kartono warga Dusun Bugel RT 22/06 Desa Sukasari Kec.Sukasari Kab.Subang. Rumah yang menyatu dengan Kandang domba tersebut dihuni satu keluarga yang berjumlah 7 orang, 1 orang diantaranya masih balita berusia 2 tahun.

Kisah Pilu warga di Pantura Subang tersebut, sejauh ini minim perhatian maupun bantuan dari pemerintah. Padahal rumah yang di tinggali Kartono sudah tak layak huni, selain kondisinya sudah lapuk dan tinggal menunggu waktu untuk roboh yang bisa mengancam menimpa penghuninya.

Kondisi rumah Kartono sangat memperihatinkan, kayu-kayu kerangka dan biliknya sudah rapuh bahkan plapon rumah yang juga terbuat dari bilik bambu sudah ambruk dan hanya ditopang sebilah bambu di sudut-sudutnya.

Rumah Kartono yang menyatu dengan Kandang domba juga sudah terlihat miring, genteng rumahpun Sudah berjatuhan akibat kerangka atapnya sudah rapuh dan pada potong.

Saat musim hujan, bocor dimana-mana sudah menjadi bagian derita para penghuni rumah.

Rumah semi permanen yang dibangun tahun 1998 tersebut merupakan peninggalan orang tua Kartono yang hingga saat ini kondisinya mau ambruk belum mampu ia perbaiki

“Jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk makan pun sulit, kerja hanya serabutan dengan penghasilan pas-pasan” ujar Kartono saat didatangi PATIMBANNEWS.COM

Kartono juga mengaku, dengan kondisi rumahnya yang mau ambruk tersebut, sejauh ini tak pernah tersentuh bantuan apapun dari pemerintah

“Belum pernah dapat program rutilahu atau bantuan lainnya dari pemerintah untuk memperbaiki rumah saya yang mau ambruk ini”kata Kartono

Dengan kondisi rumah yang sangat menghawatirkan dan tak layak huni ini, Kartono bersama istri dan 4 anaknya serta 1 adiknya terpaksa tidur bersama di ruang tamu dengan beralaskan tikar

“Kita 7 orang tidur bersama diruang tamu menggunakan tikar, dengan bayang-bayang atap yang mau ambruk siap menimpa kita semua dikala terlelap tidur”ucapnya

Untuk memasak juga, Istri Kartono hanya menggunakan Hawu(tungku dengan bahan bakar kayu) tidak menggunakan kompor gas

“Masak sehari-hari dengan Kayu bakar, akibat tak mampu kebeli gas” tukasnya

Ditengah kesulitan yang dialaminya, dirinyapun berharap besar pada Pemerintah dan para dermawan untuk bisa memberi bantuan, seperti bantuan bedah rumah agar lebih layak untuk ditinggali.

“Kami sekeluarga berharap ada bantuan dari dermawan maupun pemerintah untuk membantu memperbaiki rumah kami yang mau ambruk tersebut” ucap Kartono

Berdasarkan pantauan  Kartono PATIMBANNEWS.COM rumah Kartono  kondisinya sangat memperihatinkan, selain menyatu dengan Kandang domba, rumah yang sangat tidak layak huni tersebut juga hampir seluruh bahan bangunannya sudah rapuh. Bahkan rumah tersebut sudah miring tinggal menunggu ambruk.

Selain itu atap rumah gentingnya sudah pada jatuh akibat rangka atapnya sudah rapuh, begitu juga dengan dindingnya yang terbuat dari bilik bambu juga sudah terlihat sangat rapuh, pondasi rumah sudah Ancur, plapon rumah sudah ambruk namun masih ditopang dengan beberapa bilah bambu di sudut-sudutnya.

Tidak hanya itu, perlengkapan di dalam rumah yang terancam ambruk tersebut, juga terlihat memperihatinkan, seperti memasak menggunakan tungku api, 7 orang penghuni rumah tidur bersama beralaskan tikar(karpet seharga 20 ribu) dapur dan kamar mandi menyatu dengan Kandang domba, tak ada kursi,maupun tempat tidur didalam rumahnya.

Semoga Allah SWT memberikan petunjuk dan jalan bagi Keluarga Kartono, mudah-mudahan ada dermawan dan pihak pemerintah maupun Porkopimda terketuk hatinya untuk membantu keluarga Kartono…Aamiin

 

AHYA NURDIN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini