Beranda Daerah Kunker ke Pamanukan, Jokowi Optimis Program Mekaar PNM Mampu Sejahterakan Warga Subang

Kunker ke Pamanukan, Jokowi Optimis Program Mekaar PNM Mampu Sejahterakan Warga Subang

279
0

SUBANG – Dalam kunjungannya ke Pamanukan Subang, Presiden Joko Widodo meninjau langsung program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) di Kabupaten Subang yang bertempat di GOR Bintang Fantasi Pamanukan Subang Jawa Barat, pada Jumat, (29/11/2019).

Perlu diketahui, bahwa program Membina Ekonomi Keluarga (Mekaar) tersebut diselenggarakan oleh perusahaan Plat merah (BUMN) yakni PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan ada sekitar 5,8 juta nasabah yang mengikuti program Mekaar binaan Permodalan Nasional Madani (PNM). Dari jumlah itu, hampir 99% adalah kaum perempuan.

“Program ini telah memberikan pinjaman tanpa bunga kepada para ibu yang ingin berwirausaha” kata Jokowi

“Pinjaman yang diberikan pun bisa dikembalikan melalui cara cicilan ringan” imbuhnya.

Jokowi menjelaskan, sejak diluncurkan pada 2015 lalu, Mekaar diketahui telah membantu banyak keluarga Indonesia yang kurang sejahtera

“Program ini khusus memberdayakan usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK). Target dari program Mekaar ini adalah memberdayakan wanita yang kurang mampu atau tidak memiliki modal untuk mengembangkan usahanya”jelasnya

Menurutnya, Program Mekaar secara perlahan telah membuahkan hasil untuk meningkatkan taraf perekonomian rakyat.

Presiden Jokowi berpesan pada nasabah Mekaar, “Jangan menyerah terhadap keadaan karena yang bisa memperbaiki keadaan adalah kita sendiri. Ini ada peluang untuk ibu-ibu dari program Mekaar. Gunakan sebaik-baiknya program ini agar kita semua meningkat kesejahteraannya.”tuturnya

Dikatakan Jokowi, saya selaku Presiden RI tentunya ingin masyarakat secara bertahap mampu meningkatkan taraf ekonomi serta kesejahteraannya.

“Lewat program Mekaar, hasil dari usaha para ibu tersebut tak hanya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, tapi juga dapat digunakan untuk menabung. Sehingga kehidupan mereka dari hari ke hari menjadi lebih baik dari sebelumnya”katanya

Jokowi berharap lebih banyak lagi nasabah yang mampu memanfaatkan program ini dan meningkatkannya ke tahap selanjutnya yaitu program pemerintah lainnya berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Lewat Program KUR, maka para ibu bisa mendapatkan modal pinjaman dengan kisaran Rp 25 juta — Rp 500 juta. Tentunya untuk mencapai program tersebut, nasabah Mekaar harus melewati tahapan dan kriteria. Berdasarkan data dari BNI, saat ini 1.500 nasabah Mekaar telah memenuhi kriteria dan layak menerima KUR Mikro BNI dengan plafon maksimum rata-rata hingga Rp 10 juta”ucapnya.

“tentunya lewat kerja keras, maka hasil yang indah tentu bisa diraih. Ada benarnya ucapan yang acap kali kita semua dengar: ‘proses tidak pernah mengkhianati hasil akhir.'”ungkapnya

Jokowi juga mengingatkan para nasabah untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan kepada mereka.

Menurutnya, jika kepercayaan telah rusak, para nasabah ini akan kesulitan untuk meminjam uang di kemudian hari.

“Oleh sebab itu, dijaga kepercayaan itu. Kalau dapat pinjaman Rp4 juta, gunakan seluruhnya untuk modal kerja. Gunakan semuanya untuk modal usaha. Jangan sampai, ‘Waduh ini ada baju bagus, hanya Rp200.000’, beli, nah ini mulai,” kata Presiden seperti dikutip dari keterangan tertulis yang dirilis oleh Sekretariat Presiden.

Presiden juga mengimbau para nasabah yang sebagian besar ibu-ibu ini untuk membiasakan diri menabung jika masih ada uang sisa setelah membayar cicilan.

“Kalau anak-anak mulai sekolah, bisa sedikit dipakai untuk sekolah anak,” ungkapnya.

Di samping itu, Kepala Negara juga mengingatkan para nasabah untuk disiplin dalam mengangsur cicilannya. Untuk itu, ia berharap para nasabah bisa menyisihkan uang setiap harinya agar saat tiba waktu membayar cicilan, uangnya sudah siap.

“Jadi Insya Allah nanti yang hadir di sini, bisa saja nanti kalau ibunya disiplin dia bisa jadi menteri atau jadi presiden. Ini juga harus punya mimpi dan cita-cita besar. Jadi jangan sampai anak-anak kita ada yang tidak bersekolah. Usaha ini adalah untuk anak-anak kita,” jelasnya.

Kepada para nasabah, Presiden mewanti-wanti agar tidak menggunakan uang pinjaman dari Mekaar untuk membeli hal-hal lain di luar usaha. Ia mempersilakan nasabah menggunakan uangnya untuk membeli motor jika motor tersebut dipakai untuk usaha, seperti yang dilakukan oleh Ibu Enu, salah seorang nasabah Mekaar yang berdialog dengan Presiden.

“Nah, hati-hati ya dibelikan motor enggak apa-apa tapi itu motor untuk bekerja. Muter tadi untuk dagang, boleh. Tapi kalau motor untuk gagah-gagahan, tidak boleh. Hati-hati jangan sampai dapat pinjaman dipakai untuk uang muka beli motor, nyicil ke Mekaar enggak bisa, nyicil ke dealer enggak bisa, semuanya ditarik,” ucapnya mengakhiri sambutan***

 

Ahya Nurdin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini