Beranda Headline Lahan dan Rumah Penghalang Proyek Pembangunan Pelabuhan Patimban Akhirnya Dieksekusi Paksa

Lahan dan Rumah Penghalang Proyek Pembangunan Pelabuhan Patimban Akhirnya Dieksekusi Paksa

1774
0

PUSAKANAGARA – Terdampak Pembangunan Akses Road Pelabuhan Internasional Patimban, satu rumah warga, Senin pagi(23/12/2019) di eksekusi paksa oleh Pengadilan Negeri Subang. Eksekusi tersebut dilakukan karena lahan yang diatasnya berdiri bangunan tersebut akan digunakan untuk penunjang pembangunan akses road pelabuhan Patimban.

Rumah tersebut diketahui milik warga bernama Entin Solichah yang beralamat di Dsn. Gempol 2 Rt. 13/05 tepatnya di Blok FO-2, PIER-02, STA 2+107 Ds. Gempol Kec. Pusakanagara Kab. Subang. Sementara pemilik rumah saat ini diketahui berada di luar negeri tepatnya bekerja di Taiwan.

Proses eksekusi yang dijaga ratusan polisi dibantu personel TNI AD dan Satpol PP itu berjalan lancar tanpa ada perlawanan dari pemilik lahan dan bangunan.

Pembacaan putusan eksekusi yang dikuatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Subang dibacakan oleh Panitera muda Perdata Pengadilan Negeri Kab. Subang Drs. Dadang Sudrajat, memerintahkan pemilik untuk mengosongkan lahan dan rumah yang mereka tempati.

Selain diberikan ganti rugi yang telah ditetapkan, pemilik rumah bisa mengambil material yang masih bisa dimanfaat seperti genting rumah yang sengaja kita turunkan dulu sebelum di eksekusi dengan eskavator

“Dengan dibacakannya putusan ini, para pemilik rumah Alhamdulillah…menerima dengan iklas rumahnya dieksekusi. Pembebasan lahan ini akan dipergunakan untuk pembangunan proyek jalan akses pelabuhan Internasional Patimban” kata Dadang Sudrajat.

Dadang Sudrajat juga mengungkapkan, pengosongan lahan dan rumah ini telah didahului dengan proses konsiyasi melalui PN Subang. Para pemilik lahan telah menyepakati pembayaran ganti rugi tanah sesuai dengan kesepakatan bersama.

“Mereka sudah bisa memahami bahwa lahan yang dimilikinya akan dipergunakan untuk kepentingan umum dan pembangunan. Penolakan itu disebabkan karena mereka meminta harga tanah yang jauh lebih tinggi dibanding harga yang telah ditetapkan. Padahal harga yang diberikan pemerintah sudah sesuai dengan harga pasaran yang berlaku,” Dadang Sudrajat

Pihaknya berharap, para pemilik tanah untuk bersikap kooperatif terhadap tindakan eksekusi lahan yang akan dipergunakan untuk kepentingan yang lebih besar dan kemajuan pembangunan Kabupaten Subang

Sementara itu penghuni rumah, Wawan mengatakan bahwa pihak keluarga sudah menerima secara ikhlas dan menyadari terkait penetapan Pengadilan Negeri Subang tentang pelaksanaan eksekusi bidang tanah dan bangunan berupa rumah semi permanen milik Sdri. Entin Solichah yang masih berada di Luar Negeri (Taiwan), serta tidak akan melakukan perlawanan baik melibatkan massa simpatian maupun pihak keluarga/kerabat lainnya.

“Kita sudah iklas rumah ini di eksekusi demi kepentingan penunjang Pelabuhan Patimban khususnya pembangunan akses road” katanya

Setelah dilakukan negosiasi pihak Pengadilan Negeri dengan penghuni rumah, akhirnya rumah semi permanen tersebut dieksekusi dengan menggunakan eskavator. Dalam hitungan menit, rumah tersebut rata dengan tanah.

Eksekusi rumah semi permanen tersebut akahirnya berjalan kondusif, sekalipun ratusan aparat keamanan aparat bersiaga penuh guna antisipasi hal-hal yang tidak di inginkan.

Ahya Nurdin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini