Beranda Daerah Minggu 21 Juni 2020, Akan Terjadi Gerhana Matahari, “Jangan Lupa Sholat Gerhana...

Minggu 21 Juni 2020, Akan Terjadi Gerhana Matahari, “Jangan Lupa Sholat Gerhana Yach”!

465
0

JAKARTA – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) memprediksi hanya sebagian wilayah yang bisa menyaksikan gerhana cincin pada Minggu 21 Juni besok. Gerhana matahari sebagian di Indonesia bisa diamati sekitar pukul 15.00 WIB. Di Sumatera, gerhana berlangsung pukul 14.30-15.30 WIB, sedangkan di Sulawesi, gerhana berlangsung sekitar 30 menit setelahnya.

“Akan terjadi gerhana matahari cincin pada 21 Juni 2020, tapi tak terlihat dari wilayah Indonesia. Indonesia hanya bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian dari wilayah utara Indonesia,” kata peneliti astronomi dan astrofisika pada Pusat Sains Antariksa Lapan Rhorom Priyatikanto.

Gerhana matahari cincin yang akan terjadi pada 21 Juni 2020 bisa disaksikan di negara Arab Saudi, Pakistan, India, Tiongkok dan Taiwan.

“Wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, kepulauan Maluku dapat menyaksikan gerhana matahari sebagian,” ujarnya.

Gerhana matahari cincin terjadi ketika piringan matahari tertutup piringan bulan dan tersisa bagian tepi yang tak tertutup. Rhorom menuturkan itu terjadi karena posisi pengamat, bulan, dan matahari hampir segaris. Saat itu, bulan sedikit lebih jauh dari bumi sehingga tampak lebih kecil dan tak bisa menutupi seluruh piringan matahari. Untuk melihat gerhana matahari,

Rhorom menuturkan untuk menggunakan filter khusus yang dapat menapis 99,999 persen cahaya matahari yang membahayakan mata. Kacamata las juga dapat dipakai untuk mengamati gerhana matahari.

“Yang paling aman adalah melihatnya dari layar HP (handphone) atau komputer dengan cara mencari pengamat yang melakukan video streaming, melalui YouTube misalnya,” tutur Rhorom.

Agar aman saat mengamati gerhana matahari, maka dapat menggunakan peralatan seperti kamera pinhole atau kamera lubang jarum, kacamata matahari, binokular atau teleskop dan kamera DSLR.

 

SHOLAT GERHANA

Bagi umat muslim yang ingin melaksanakan shalat gerhana diingatkan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Terlebih jika shalat gerhana dilaksanakan berjemaah.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Kamaruddin Amin menyarankan kepada para imam agar menyampaikan khutbah mengenai anjuran berdzikir, berdoa, beristighfar, sedekah, dan hal baik lainnya dalam pelaksanaan shalat gerhana secara berjamaah.

“Masyarakat juga dianjurkan membaca takbir, memperbanyak zikir, istighfar, sedekah dan amal-amal kebajikan lainnya. Jangan lupa berdoa agar wabah COVID-19 segera berakhir dan juga doa untuk keselamatan bangsa dan negara,” katanya.

Ia menjelaskan pula bahwa shalat gerhana bisa dilakukan secara berjamaah di masjid atau dilaksanakan seorang diri di rumah. Waktu pelaksanaannya, ia melanjutkan, sesuai dengan waktu gerhana matahari di wilayah masing-masing. Gerhana matahari sebagian pada Minggu 21 Juni bisa disaksikan di sebagian wilayah di Indonesia.

Menurut peneliti astronomi dan astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Rhorom Priyatikanto, gerhana matahari sebagian bisa disaksikan dari wilayah utara Indonesia.

Rhorom mengatakan gerhana matahari sebagian di Indonesia bisa diamati di wilayah Sumatera pukul 14.30-15.30 WIB dan di Sulawesi sekitar 30 menit setelahnya.

“Wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Maluku dapat menyaksikan gerhana matahari sebagian” ucapnya

AHYA NURDIN

Sumber: Galamedianews.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini