Beranda Daerah Miris! Warga Lokal Hanya Jadi Buruh Kasar di Proyek Pembangunan Pelabuhan Internasional...

Miris! Warga Lokal Hanya Jadi Buruh Kasar di Proyek Pembangunan Pelabuhan Internasional Patimban

437
0

PUSAKANAGARA  – Mega proyek nasional pembangunan Pelabuhan Internasional Patimban (PIP) sejauh ini  belum maksimal dalam menyerap tenaga kerja lokal khususnya warga Desa Patimban. 

Sejauh ini serapan tenaga kerja lokal di proyek Pelabuhan Patimban masih minim. Khususnya  tenaga kerja lokal asal Desa Patimban yang saat ini bekerja di proyek Pembangunan Pelabuhan masih dibawah 10% diharapkan terus bertambah. Pasalnya, saat ini tenaga kerja lokal yang beraktivitas di area pembangunan Pelabuhan Patimban di laut masih terbilang minim.

Sekretaris Desa Patimban, Abdul Aziz menyebut pada pembangunan tahap pertama ini, sudah banyak warga Patimban yang turut andil bekerja di proyek pembangunan Pelabuhan Patimban.

“Sudah ada tapi kalau dihitung rasio jumlah penduduk yang ada sekitar 7000 an dengan yang sudah terlibat sekitar 100 orang, itu dibawah 10%,” ucap Aziz.

Abdul Azis menyebut, saat ini warga Patimban sendiri yang telah ikut terlibat bekerja di proyek Pelabuhan Patimban beragam jenis pekerjaan, namun mayoritas masih tenaga kerja kasar.

“Beda-beda kerjanya, ada yang masuk melalui beberapa PT diantaranya PT Secutel Protecta Indonesia (PT SPI) yang bergerak dibidang jasa pengamanan (Satpam), ada juga dari Perusahaan-perusahaan Sub kontraktor yang ada di Patimban, yang itu di kapal pemancangan juga pengeboran, tapi masih tenaga kerja kasar,” ucapnya.

Mengenai hal ini, pemerintah Desa juga kata Aziz, tidak tinggal diam. Desa Patimban melalui BUMDes akan berusaha mengkoordinir penyaluran tenega kerja lokal dengan sistem satu pintu. “Ada rencana untuk satu pintu lewat BUMDes, untuk tenaga kerja, tapi saat ini belum karena masih ada kendala. Nanti kedepanya bisa dikoordinir lewat BUMDes ini juga masih tahap pertama,” terangnya.

Aziz berharap, kedepanya warga lokal yang ada di Desa Patimban bisa semakin banyak yang ikut andil dalam pekerjaan Pelabuhan Patimban, baik saat pembangunan maupun ketika telah rampung. “Kita ingin lebih berkontribusi, pasca pembangunan pelabuhan itu bagaimana putra putri Patimban bisa bekerja disitu dengan tentu syarat-syarat yang ditentukan,” terangnya.

Sementara itu, Kasram yang akrab disapa Rama, warga Patimban yang telah bekerja di proyek Pelabuhan Patimban mengatakan, bahwa saat ini ia telah bekerja disalah satu PT yang menjadi Sub kontraktor Paket 1. Ia bersama beberapa rekan dari Patimban ikut bekerja menjadi tenaga kerja kasar di Kapal Pengeboran.

“Saya kerja dibagian pengeboran kapal, sama orang Patimban juga tapi dibagi, ada yang shift malam yang jumlahnya 6 orang serta shift siang 4 orang,” jelas Rama.

Rama menyebut, ia mulai bekerja di Pelabuhan Patimban hampir 5 bulan dan banyak dihabiskan di Kapal yang tengah melakukan pengeboran di lepas Pantai Patimban.

Rama bercerita, bahwa untuk mencari pekerjaan di Pelabuhan Patimban memang terbilang sulit bahkan untuk warga lokal. Namun, ia sendiri bersyukur karena saat ini telah bisa bekerja meskipun dirinya masih dihantui nasib pekerjaan kedepan nya yang masih belum jelas.

“Kalau di ID Card ini sampai Desember, saya hitunganya buruh harian. Jadi kalau kerjaan saya dinilai bagus berarti terus lanjut, kalau jelek mungkin berhenti. Tapi ya kalau misalnya berhenti atau habis Desember, nanti akan tetap cari kerja lain disini,” terang Rama.

Rama berharap, kedepan ada wadah yang dapat menjadi penyalur tenaga kerja ke Pelabuhan Patimban meski diakuinya tidak mudah. Sebab yang ia tahu, sebagian besar warga yang terlibat masih bekerja sebagai buruh kasar. “Harapan saya yang penting bekerja disini, misalkan ada penyalur lagi yang penting jangan sampai nganggur, ya meskipun tidak gampang tapi pasti harapanya begitu,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, sepengetahuanya, warga Patimban yang ikut bekerja saat ini belum ada yang bekerja sebagai teknisi profesional. Untuk itu, kedepanya ia mengharapkan, akan terus ada pengembangan skill dan kualifikasi yang bisa meningkatkan kesempatan bagi warga lokal Patimban maupun Subang. 

Ahya Nurdin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini