Beranda Daerah PANCASILA HARGA MATI! Puluhan Ormas di Kab.Subang Gelar Deklarasi Tolak RUU HIP...

PANCASILA HARGA MATI! Puluhan Ormas di Kab.Subang Gelar Deklarasi Tolak RUU HIP di Depan Tugu BENPAS

333
0

SUBANG – Sejumlah ormas di Subang Jawa Barat menggelar Deklarasi menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) hari ini. Aksi massa ini dipusatkan di depan Tugu Benteng Pancasila Alun-alun Subang dengan pengawalan ketat petugas keamanan.

Pantauan di depan Tugu Benteng Pancasila, Alun-alun Kab.Subang. Sabtu (4/7/2020), massa mulai berkumpul sejak pukul 08.00 WIB. Mereka membawa bendera ormas berwarna hijau, putih,dan hitam serta spanduk bertuliskan, ‘Tolak TUU HIP NKRI Harga Mati’, ‘Kita Jaga Pancasila Sampai Mati’, Tolak Komunis hingga ‘Menolak RUU HIP Cabut dan Batalkan!!!’.

Sejumlah ormas yang ikut dalam aksi demo ini yakni Gerakan Bela Negara(GBN), FPI, Pemuda Muhammadiyah, SPN, Kompak, FUI, dan ormas lainnya.

Satu persatu perwakilan ormas melakukan orasi. Dalam orasinya, mereka secara tegas menolak RUU HIP dan meminta segera mencabut RUU tersebut

Menurut koordinator aksi Dadhe Alfat “Aksi Penolakan RUU HIP di Subang merupakan aksi simpati untuk mengawal maklumat MUI oleh masyarakat Subang oleh karena itu aksi ini bukan aksi satu organisasi tapi aksi bersama rakyat Subang dalam lintas ormas dan komunitas dalam menolak RUU HIP”tegasnya

Hal senada juga disampaikan Koordinator aksi massa, dari GBN Wawan Hermawan menyebut Pancasila merupakan dasar negara yang kedudukannya tertinggi.

“Kita tahu sejak dulu, Pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum. Jadi apabila akan membuat undang-undang harus mendasari Pancasila karena kedudukannya paling tinggi. Namun, saat ini ada upaya untuk merubah kedudukan Pancasila di bawah Undang-undang,” tutur Wawan Hermawan

Wawan juga menegaskan, Ideologi Pancasila merupakan harga mati bagi rakyat Indonesia dan telah sesuai dengan semua ajaran agama di Indonesia

“Tak ada seorangpun yang bisa merubah Ideologi Pancasila termasuk didalamnya 5 sila menjadi 3 sila karena 5 sila tersebut telah sesuai dengan kehidupan berbangsa dan bernegara di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)” tegasnya 

Sementara itu, Pembacaan Deklarasi oleh Pendekar Tapak Suci KH Keli Subagio, menurutnya, Rancangan Undang-Undang Haluan ideologi Pancasila (RUU HIP) yang tengah menjadi agenda bahasan di prolegnas DPR RI banyak mendapat kecaman dan penolakan dari berbagai unsur masyarakat agama maupun nasional pasalnya RUU yang akan dibahas diduga akan mengubah Pancasila dan mengandung unsur akan mencoba membangkitkan kembali paham komunisme di Indonesia yang telah nyata-nyata dilarang pemerintah berdasarkan TAP MPRS nomor. XXV Tahun 1966 karena dinilai berbahaya bagi keutuhan NKRI dan mengancam Pancasila.

“Majelis Ulama Indonesia dengan tegas mengeluarkan maklumat nya untuk menolak RUU HIP, Seruan MUI Pusat dalam maklumatnya kemudian menjadi gerakan aksi bersama oleh MUI – MUI di seluruh Indonesia termasuk MUI Kabupaten Subang” ucapnya

Usai menyampaikan aspirasinya, aksi ditutup dengan pembacaan doa serta penandatanganan pernyataan sikap.

Selama jalannya aksi deklarasi penolakan RUU HIP, Ratusan massa mengumandangkan gema takbir dan Suara Lantang Gayang Komunis juga terus disuarakan oleh peserta aksi.

Ahya Nurdin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini