Beranda Daerah Pemkab Subang Tutup Mata, Tambak Udang Vaname Ilegal di Biarkan Beroperasi di...

Pemkab Subang Tutup Mata, Tambak Udang Vaname Ilegal di Biarkan Beroperasi di Blanakan

465
0

SUBANG – Sejumlah perwakilan warga asal Kecamatan Blanakan mendesak pemerintah bertindak tegas menutup kegiatan tambak udang vaname.

Pasalnya, di samping tidak mengantongi izin usaha alias ilegal, tambak udang vaname juga dinilai warga menyebabkan pencemaran lingkungan yang merugikan masyarakat lainnya. Terutama para nelayan selaku pelaku ekonomi kecil di bidang perikanan tradisional.

“Kami menuntut penegakan aturan perundang-undangan soal tambak udang vaname ini. Bahwa ada ratusan petani tambak tradisional yang terganggu usahanya dan dirugikan dengan adanya kegiatan usaha tambak udang vaname yang dijalankan tidak sesuai aturan,” tegas tokoh warga Blanakan, Bambang Hermanto Marwoto, Kamis (02/07/2020).

Dia juga mengatakan tambak udang vaname ini menyebabkan kerugian bagi pihak lain dan menimbulkan masalah-masalah yang berpotensi terjadinya konflik.

“Bahwa kegiatan usaha tambak udang vaname ini sudah berjalan sekitar 4 tahun tanpa memiliki izin apapun,” ucapnya.

Dia menyebut, berdasarkan ketentuan, kegiatan tambak udang vaname merupakan usaha berskala besar, sehingga wajib mengurus izin usaha ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) atas rekomendasi Dinas Perikanan dan Perum Perhutani.

Bambang mengatakan, Menurut UU Perikanan, kegiatan budidaya dalam skala besar wajib memiliki Surat Izin Usaha Perikanan, dan menurut Dinas Lingkungan Hidup Subang, kegiatan usaha tambak udang vaname wajib mengurus izin lingkungan berupa UKL/UPL.

“Begitu pula menurut Perum Perhutani, bahwa tambak udang vaname yang beroperasi di kawasan Perhutani wajib memperoleh izin. Bahkan, untuk mengembangkan jaringan listrik ke tambak udang tersebut, PT PLN wajib mendapat izin terlebih dahulu dari Perhutani. Tapi kenyataannya, PLN belum mengajukan izin,” beber Bambang.

Selain beroperasi secara ilegal, ungkap dia, kegiatan tambak udang vaname juga dinilai warga menjadi penyebab pencemaran lingkungan yang berdampak merugikan para petani tambak tradisional.

“Berdasarkan hasil uji lab terbukti jika limbah tambak udang vaname melebihi Baku Mutu, yakni mencemari lingkungan dan berdampak pada usaha/pendapatan petani tambak tradisional dan masyarakat perikanan kecil lainnya,” jelasnya.

Pihaknya mengaku sudah menyampaikan pengaduan ihwal kegiatan usaha tambak vaname ini kepada Pemkab dan DPRD Subang sejak 26 Maret 2018. Bahkan, surat pengaduan tersebut ada yang ditandatangani oleh 235 petani tambak tradisional dan masyarakat serta dua koperasi Mina.

“Tapi hingga saat ini belum ada tindakan nyata dari Pemkab Subang. Yang baru dilakukan hanya peninjauan saja ke lokasi tambak vaname oleh Dinas Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, DPMPTSP, Muspika Blanakan, serta disaksikan para petambak tradisional pada Selasa (11/12/2018) lalu,” katanya.

Dia bersama ratusan petambak tradisional lainnya mendesak ketegasan pemkab untuk menutup kegiatan tambak udang vaname.

“Tuntutan kami tentunya sama dengan tuntutan rakyat seluruh Indonesia, tegakkan aturan perundangan! Tutup tambak udang vaname!,” tegas Bambang.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari instansi maupun pihak terkait ihwal desakan warga mengenai penutupan kegiatan tambak udang vaname.

 

Sumber : Porosjabar.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini