Beranda Headline Pemohon SKCK di Polsek Pamanukan Meningkat Drastis di Awal Tahun 2020

Pemohon SKCK di Polsek Pamanukan Meningkat Drastis di Awal Tahun 2020

568
0

PAMANUKAN – Animo masyarakat Pamanukan dan Sukasari dalam pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) mengalami peningkatan drastis dalam 3 Minggu terakhir di awal tahun 2020

Setiap harinya, petugas pelayanan SKCK di Mapolsek Pamanukan mencatat ada sekitar 25-30 orang mengurus SKCK untuk keperluan melamar kerja.

Kapolsek Pamanukan Kompol Dadang Cahyadiawan melalui Kanit Itelkam Iptu RA Ganie mengatakan, diawal tahun 2020 hingga hari ini 22 Januari 2020, pemohon SKCK di Polsek Pamanukan mengalami peningkatan cukup drastis.

“Di tahun 2019 lalu, pengurusan SKCK di Mapolsek Pamanukan, perharinya antara 10-15 orang. Namun sejak 3 Minggu terakhir di awal tahun 2020 ini meningkat drastis perharinya pemohon SKCK rata-rata mencapai 25-30 bahkan bisa lebih” Ujar Iptu Ganie

Menurut Ganie, Peningakatan animo masyarakat ini dalam membuat SKCK berkaitan dengan banyak dibukanya lowongan kerja di pabrik-pabrik garmen dikawasan Ciasem, Purwadadi dan Kalijati.

“ Pemohon SKCK rata-rata 90 persen didominasi oleh perempuan dengan tujuan untuk melamar pekerjaan ke Pabrik Garmen diwilayah Kabupaten Subang” Ucap Iptu RA Ganie

Ganie menambahkan, pelayanan SKCK dibuka setiap hari kerja pada pukul 08.00 Wib hingga 15.00 Wib.Sedangkan hari Sabtu, pelayanan dimulai pukul 08.00 Wita hingga 11.00 Wita.

Walaupun terjadi peningkatan secara signifikan, pihaknya menegaskan tidak ada penambahan personel dalam pelayanan SKCK dan blanko SKCK pun masih mencukupi

“Penambahan personel tidak ada, tapi pelayanan kami optimalkan. Artinya masyarakat yang mengurus pembuatan SKCK hari itu, ya diselesaikan hari itu juga,” tegasnya.

Kata Ganie, peningatakan jumlah kepengurusan SKCK ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga bulan depan

Pengurusan SKCK, imbuhnya, juga tidak sampai 30 menit.

Sebab tergantung dari pihak pemohon dalam mengisi form yang diberikan pihak kepolisan.

“Kami mengimbau pada masyarakat yang hendak mengurus SKCK, melengkapi persyaratan sesuai yang ditentukan. Seperti fotokopi KK, KTP atau Suket, pas foto 4×6 dengan background merah sebanyak 3 buah

Sementara untuk mengurus SKCK juga diwajibkan membayar Rp 30 ribu yang masuk sebagai Penghasilan Negara Bukan Pajak. Jumlah dan ketentuan biaya pencarian SKCK ini sesuai dengan PP Nomor 60 Tahun 2016, Tentang PNBP,” tandasnya.

 

Ahya Nurdin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini