Beranda Daerah Petani Garam di Legonkulon Mengeluh, Garam Hasil Produksinya Belum Bisa Pasarkan

Petani Garam di Legonkulon Mengeluh, Garam Hasil Produksinya Belum Bisa Pasarkan

526
0

LEGONKULON – Belum banyak yang tahu bahwa sejak dua tahun lalu diwilayah Legonkulon khususnya di Desa Pangarengan Kecamatan Legon Kulon Subang para petambak ikan mulai beralih menjadi petani garam.

Hal tersebut di Karenakan para petambak tak memiliki modal untuk  membudaya ikan khususnya ikan bandeng akibat mahalnya biaya produksi

Muslim salah seorang petani Garam Mengatakan, sudah hampir dua tahun ini ia bersama beberapa petani tambak lainnya, beralih menjadi petani garam.

Karena menjadi petani garam kata Muslim, tidak membutuhkan modal uang yang cukup besar, hanya untuk modal membeli karung.

“Kami sudah dua tahun ini beralih profesi menjadi petani garam, karena menjadi petani garam tidak membutuhkan modal banyak,” ujar Muslim kepada wartawan di Subang, Senin (14/10/2019).

Namun kendalanya menurut Muslim, garam yang diproduksinya selama ini, belum laku dijual, karena belum memiliki pelanggan tetap. Sehingga stok garam yang ada saat ini melimpah mencapai mencapai 35 hingga 40 ton menumpuk dirumahnya hingga ratusan karung

“Kendalanya stok garam kami belum banyak yang beli, mungkin kami belum memiliki pelanggan tetap, padahal produksi garam kami tidak memakai obat, alias murni tanpa ada campuran bahan kimia apapun,” terangnya.

Muslim berharap, ada perhatian dari pemerintah, untuk membantu pemasaran garam yang diproduksinya bersama beberapa patani garam yang ada di Pantai Cirewang Legonkulon Kabupaten Subang.

 

Ahya Nurdin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini