Rawan Pungli! Tim Saber Pungli Akan Awasi Ketat Pelaksanaan PPDB di Seluruh Sekolah di Kabupaten Subang.

45
Ket Foto : Ketua Tim Saber Pungli Subang, Kompol Satrio Prayogo.

SUBANG – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) disinyalir rawan praktek Pungutan Liar (Pungli) baik yang dilakukan oleh oknum pegawai sekolah maupun oknum orang tua yang ingin meloloskan anaknya ke sekolah favorit.

Guna antisipasi sekaligus untuk mencegah praktek pungutan liar dalam proses Penerimaan siswa baru di seluruh sekolah di Kabupaten Subang, Tim Saber Pungli Kabupaten Subang, akan mengawasi ketat dan memantau langsung jalannya PPDB di seluruh sekolah di Kabupaten Subang.

” Sekalipun Proses Penerimaan Peserta Didik Baru(PPDB) dilakukan secara online. Namun tak menutup kemungkinan praktek Pungutan Liar bisa terjadi,” ujar Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Subang, Kompol Satrio Prayogo, Jumat(20/5/2022).

Menurut Satrio, Praktek pungli PPDB, kemungkinan bisa terjadi dan bisa melibatkan pihak orang tua dengan pihak oknum pegawai sekolah.

“Bisa saja orang tua yang anaknya gagal masuk ke sekolah favorit, melakukan segala acara atau main mata dengan oknum pihak sekolah agar anaknya bisa diterima di sekolah favorit,” katanya.

Selain itu Satrio, juga mengatakan Tim Saber Pungli akan mengawasi penetapan dan pelaksanaan PPDB agar tidak diintervensi oleh oknum manapun baik itu pejabat maupun sekolah, sehingga daya tampung sesuai dengan Rencana Daya Tampung (RDT) yang telah ditetapkan.

“Sebab selama ini, banyak pihak yang memiliki jabatan, memanfaatkan jabatan mereka untuk memaksakan anak ke sekolah yang mereka inginkan dan banyak juga para orang tua yang menitipkan anaknya melalui oknum pejabat. Karena berdasarkan pengalaman dibeberapa daerah, Kepala Sekolah tidak mampu menolak siswa titipan dari oknum pejabat sehingga daya tampung melebihi batas,” tandasnya.

Menurut Satrio, dengan pengawasan ketat terhadap daya tampung, diharapkan dapat mencegah pungutan liar yang dilakukan oleh pihak sekolah terhadap wali murid.

“Daya tampung perlu diawasi karena berpotensi terjadi penyimpangan. Dibeberapa daerah pernah temukan adanya pungutan liar yang dilakukan pihak sekolah untuk berbagai alasan, seperti fasilitas sekolah agar anak dapat bersekolah di sana. Padahal fasilitas sekolah sudah jadi tanggung jawab pemerintah dan hal itu bisa menyebabkan kelebihan daya tampung”, tegasnya.

Tim Saber Pungli Subang juga akan menyoroti surat keterangan domisili sebagai syarat PPDB yang sarat akan potensi penyimpangan oleh oknum Kepala desa atau ketua Rukun Tetangga (RT). Karena banyak oknum RT yang memanfaatkan momen tersebut untuk mendapatkan keuntungan.

“Kemungkinan pungli lainnya di PPDB, adanya oknum aparat desa seperti RT yang melakukan pungli atau diminta oleh orang tua murid yang diluar zonasi sekolah favorit untuk mengeluarkan surat domisili agar anak orang tua murid tersebut bisa masuk zonasi dan diterima di sekolah favorit,” ungkapnya.

Selaku ketua Tim Saber Pungli Subang, Kompol Satrio Prayogo, berjanji akan mengawasi pelaksanaan PPDB dengan ketat diseluruh sekolah di kabupaten Subang.

“Demi mencegah praktek pungli, kami Tim Saber Pungli akan melakukan pengawasan dengan ketat dan tak segan-segan kami akan menindak tegas siapapun yang melakukan praktek pungli dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB,” pungkasnya.(*)

Bagikan: