Rencana Revitalisasi Pasar Tradisional Pagaden, Masih dalam Tahapan Penjajakan Kerjasama dengan Pihak Swasta

29
Ket Foto : Kabid Pasar DKUPP Subang bersama BP3 Pasar Tradisional Pagaden.

 

PATIMBANNEWS.COM, SUBANG – Rencana revitalisasi Pasar Impres Pagaden, saat ini sedang dalam proses penjajakan kerjasama dengan pihak swasta.

Kabid Pasar DKUPP Subang, Junaedi ketika di konfirmasi awak media mengatakan, Pemkab Subang sudah berencana akan revitalisasi pasar tradisional Pagaden ditahun 2023.

“Alhamdulillah! sudah ada tawaran dari pihak swasta yang akan membangun Pasar tradisional Pagaden agar lebih representatif dan bikin nyaman pedagang maupun pembeli” ujar Junaedi, Jumat(3/6/2022) pagi.

Menurut Junaedi, rencana revitalisasi pasar tradisional Pagaden, saat ini masih dalam proses penjajakan kerjasama dengan pihak swasta dan sedang dalam proses melengkapi dokumen dan administrasi, sesuai Permendagri No.19 tahun 2016.

“Rencana revitalisasi pasar tradisional Pagaden adalah dengan pola kemitraan dengan badan hukum dan dengan sistem bangun guna serah, dengan lama pengelolaan maximal 30 tahun atau sesuai perjanjian kerjasama kedua belah pihak baik pemerintah maupun pihak swasta,” Katanya

Dikatakan Junaedi, sejauh ini tahapan – tahapan yang sedang dan akan dilaksanakan oleh pemerintah daerah adalah meratifikasi dokumen yang berkaitan dengan kelengkapan pasar tersebut, yang diperkirakan akan selesai pada akhir Juni 2022.

“Setelah kelengkapan dokumen pasar selesai dilengkapi oleh Pemkab Subang, Tim bangun guna serah akan menyerahkan ke tim seleksi untuk di cek kelengkapan dokumen dan administrasinya sampai penetapan lelang investasi yang diperkirakan akan memakan waktu dari Juli-september,” katanya

Kemudian setelah ada penetapan lelang investasi dari tim seleksi. lalu langkah selanjutnya hasil penetapan lelang investasi tersebut akan diajukan dan ditetapkan oleh Bupati Subang sebagai pemenang lelang.

” Penetapan lelang pembangunan pasar tradisional Pagaden diperkirakan terjadi sekitar bulan Oktober mendatang,”ucapnya

“Setelah penetapan lelang ditetapkan oleh Bupati, selanjutnya akan dilakukan MoU dan perjanjian kerjasama kemitraan antara Pemkab Subang dengan pihak mitra kerjasama pemerintah atau pihak swasta,”imbuhnya

Lebih lanjut Junaedi, mengatakan setelah dilakukan MoU dengan pihak swasta yang akan membiayai Pembangunan pasar tradisional Pagaden, selanjutnya pihak pemenang lelang akan membangun tempat relokasi atau penampungan pedagang.

“Pemkab Subang dengan mitra kerjasama (swasta) berkewajiban merelokasi tempat berjualan pedagang, selama proses pembangunan pasar,” katanya

Untuk pembangunan tempat relokasi pedagang, menurut Junaedi, diperkirakan akan memakan waktu 3 bulan.

“Pembangunan tempat relokasi pedagang akan dimulai dikisaran bulan Nopember hingga Januari 2023,”ungkapnya

Junaedi juga menambahkan, Pembangunan Pasar tradisional Pagaden untuk meningkatkan kapasitas dan daya tampung pasar Pagaden yang melayani 4 kecamatan yakni kecamatan Pagaden, Pagaden barat, Cipunagara dan Compreng, rencananya akan dimulai sekitar bulan April 2023.

“Pembangunan pasar tradisional Pagaden dengan luas lahan 2 hektar lebih, akan dibangun 1 lantai dengan jumlah kios sekitar 700 kios,” tambahnya

Nantinya, Kata Junaedi, Para pedagang existing dipasar Inpres Pagaden yang saat ini ada sekitar 600 orang akan menjadi prioritas untuk ditempatkan jika Pasar tersebut selesai dibangun.

” Bila sudah selesai pembanguan pasar tersebut, hanya pedagang existing yang saat ini berjumlah 600 pedagang yang bisa menempati dan memiliki hak atas kepemilikan dengan konsep sewa bangunan dengan pihak mitra pemerintah,”katanya

Adapun untuk biaya pembangunan Pasar tradisional tersebut, diperkirakan bisa menelan biaya puluhan milyar rupiah.

” Biaya pembangunan di perkirakan akan memakan biaya sekitar Rp. 70 Milyar” Pungkasnya(Ahy)

 

.

Bagikan: