Target Beroperasi 2024! Januari 2022 Akses Tol Cipeundeuy – Patimban Mulai Dibangun

2066
Peta Lokasi pembangunan Tol Patimban sepanjang 37km dengan biaya Rp.7,5 Triliun dan akan mulai dibangun pada Januari 2022 serta akan beroperasi pada tahun 2024

SUBANG-Kementerian PUPR tengah mempersiapkan pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat.

Jalan tol ini menghubungkan ruas Tol Cipali KM 89+125 hingga ruas Pantai Utara sepanjang 37,5 kilometer.

Pemrakarsa Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban adalah konsorsium PT Jasa Marga dengan kepemilikan 50 persen, PT Surya Semesta Internusa (25 persen), PT Daya Mulia Turangga (10 persen), dan PT Jasa Sarana (10 persen).

Estimasi nilai investasi untuk membangun jalan bebas hambatan ini sebesar Rp 7,5 triliun.

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban akan dimulai konstruksinya pada Januari 2022 dan ditargetkan beroperasi pada 2024.

Saat ini, tengah dilakukan pembahasan hasil hasil kajian kelayakan atau feasibility study (FS) yang dilakukan konsorsium.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Subakti Syukur mengatakan hasil FS ini telah dipresentasikan kepada Kasubit Pelaksana dan Pengendalian Direktorat Jalan Bebas Hambatan dan Perkotaan Kementerian PUPR Hardy Pangihutan Siahaan.

“Selanjutnya akan dibahas lebih detail mengenai teknis engineering. Meskipun secara teknis sudah tidak ada masalah, namun perlu dirinci lebih mendalam dan komprehensif,” kata Subakti kepada Kompas.com, Kamis (24/9/2020).Demikian halnya dengan kelayakan proyek secara bisnis, menurut Subakti, akan dibahas lebih lanjut dan diharapkan minggu depan tuntas.

Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban ini dirancang untuk meningkatkan aktivitas ekspor yang bersumber dari kawasan industri di sekitar Cikarang-Cibitung-Karawang hingga Cikampek menuju Pelabuhan Patimban.

Selain itu, jalan tol beserta dukungan jalan akses Pantura akan memangkas biaya logistik yang banyak berlokasi di Utara Jawa Barat.

Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing kawasan industri di Indonesia dalam konteks regional dan internasional.

Sebelumnya, banyak produsen manufaktur/industri yang berlokasi di timur Jakarta mengeluhkan padatnya jalur logistik dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Priok.

Dengan kehadiran Pelabuhan Patimban, maka diharapkan arus distribusi barang produksi menjadi lebih lancar sehingga dapat menekan biaya transportasi.

 

Sumber: Kompas.com

Bagikan: