Beranda Daerah Tokoh Adat Jabar Minta Polisi Lebih Persuasif Tangani Aksi Demo Mahasiswa Dan...

Tokoh Adat Jabar Minta Polisi Lebih Persuasif Tangani Aksi Demo Mahasiswa Dan Mendesak Kapolri Segera Lakukan Revolusi Mental di Tubuh Polri

222
0

 

JAKARTA – Tokoh Adat Jawa Barat Raja Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi mendesak Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk segera menerapkan revolusi mental di tubuh kepolisian RI.

“Saya sangat mengharapkan Kapolri untuk bijak dan bekerja secara profesional. Saya sangat menyesalkan tindakan aparat kepolisian menangani para demonstran,” ucap Raja Galuh Pakuan membuka pernyataan, Jumat (27/09/2019).

Menurutnya, unjuk rasa merupakan hal yang wajar dalam iklim negara demokarsi. Semua perangkat demokrasi sudah disediakan di negeri ini. Dari pemilihan kepala desa hingga presiden. Jadi unjuk rasa, atau demonstrasi adalah salah satu ruang mengungkapkan pendapat bagi masyarakat yang sah.

“Saya ikut berduka cita atas meninggalnya mahasiswa di gedung DPRD Sultra yang mengakibatkan korban jiwa. Dan saya mengucapkan duka cita yang mendalam dan semoga keluarga ditabahkan atas musibah ini,” ucap Evi.

Persoalan penanganan unjuk rasa, dirinya ingin mencontohkan penanganan aksi panjang mahasiswa di Hongkong, kira-kira selama 4 bulan. Bagaimana mereka menangani aksi masyarakat, yang tepat dan tanpa menimbulkan korban jiwa.

Selain itu, Evi Silviadi juga menyoroti cara penanganan sebaran isu di sosial media tentang adanya batu-batu di mobil ambulan milik Pemprov DKI. Walaupun sekarang sudah diakui oleh Polri adanya kesalahpahaman soal hal tersebut.

Sangat disayangkan, andaikata penangan ‘krisis sosial’ seperti ini tidak dilakukan secara profesional secara terus menerus. Dia sangat khawatir adanya ‘distrust’ ketidakpercayaan publik terhadap kelembagaan ini dan justru akan menimbulkan kerusakan-kerusakan sosial yang lebih banyak.

“Bagaimana investasi ke Indonesia bisa masuk kalau persoalan sosial ditangani dengan asal-asalan.?” sebutnya.

“Kami masyarakat adat percaya banyak problem sosial dan masyarakat yang bisa diselesaikan secara adat ketimuran. Masyarakat kita butuh didengarkan dan dihargai sebagai bagian sumber daya manusia dalam pembangunan Republik ini,” pungkasnya.

 

Ahya Nurdin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini