Beranda Daerah Tokoh Petani Aceh Apresiasi Peran LAK Galuh Pakuan Dalam Pemberdayaan Masyarakat

Tokoh Petani Aceh Apresiasi Peran LAK Galuh Pakuan Dalam Pemberdayaan Masyarakat

165
0

SUBANG-Tokoh Petani Aceh, sekaligus sebagi Petani teladan versi MNCTV Muslahuddin Daud menyampaikan apresiasi terhadap semua pemberdayaan masyarakat. Khususnya dalam bidang ketahanan pangan, yang sudah dijalankan Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi SB, terhadap masyarakat desa di Kabupaten Subang Jawa Barat.

Karena menurutnya inisiatif yang berkembang dari bawah ini patut diberikan apresiasi, terlebih bagi inisiator yang berskala besar, seperti yang sudah dilakukan Raja Galuh Pakuan di Subang ini, sudah merupakan skala besar ini, semestinya harus menjadi kebijakan pemerintah pusat.

“Bagaimana kemudian, yang sudah dilakukan di sini, sudah harus menjadi rooll model, untuk kemudian bisa diterapkan di tempat lain,” ujar Muslahuddin kepada wartawan di Subang, Sabtu (7/8/2020).

Tentu saja untuk menuju ke arah percontohan nasional itu kata Muslahuddin, membutuhlan proses adaptasi yang disesuaikan dengan kearifan lokal masing-masing di setiap daerah di Indonesia.

“Tetapi semangat yang sudah dijalankan Kang Raja ini lah, yang harus ditindaklanjuti dengan kebijakan pemerintah. Karena saya kira tidak mudah, menghadapi masyarakat yang sudah dominan dengan individualis seperti sekarang ini,” imbuhnya.

Namun diwaktu yang bersamaan lanjut Muslahuddin, di Subang Jawa Barat ini, ada LAK Galuh Pakuan, yang mampu mengembalikan individualis menjadi semangat komunal, kebersamaan, gotong-royong, dan berbagi beban.

“Nah ini kan sesungguhnya semangat gotong-royong, yang sudah sedikit memudar di Republik ini,. Dan gerakan-gerakan ini, yang perlu kita bangkitkan lagi, seperti yang sudah dilakukan Kang Raja di Subang Jawa Barat ini,” tegas Muslahudin.

Ditegaskan dia, ini lah peran semua pihak, tidak mungkin inisiatif itu bisa berjalan baik, tanpa dukungan, dan peran multi sektor. Termasuk salah satunya yang harus dilakukan HKTI, yang juga ikut berbagi peran.

“Kunci keberhasilan republik ini adalah kejelian kita dalam berbagi peran. Bagaimana hari ini peran akademisi, peran praktisi, masyarakat, dan peran stakehoulder yang punya kebijakan, untuk mendorong sesuatu yang menjadi problem bersama. Kenapa saya katakan ini problem bersama ? Karena masalah ketahanan pangan ini tak hanya berbicara tentang ketahanan pangan nasional, tetapi dunia,” terangnya.

Disebutkannya, pada November 2020 mendatang FAO, sudah mulai membicarakan masalah krisis ketahanan pangan dunia. Jadi negara-negara yang hari ini mengandalkan jasa, dimana dinegaranya tidak memproduksi bahan makanan, sangat sulit dilakukan oleh negara-negara seperti misalnya di Timur Tengah, Singapura dan negara-negara lainnya.

“Kita sudah bisa bayangkan ketika alat transpormasi lumpuh, masing-masing sibuk dengan ketahanan pangan sendiri, yang pastinya krisis dong, nah oleh karenanya semangat-semangat seperti ini, harus ditindaklanjuti, yang kemudian bisa ditindaklanjuti ke daerah lain,” jelas Muslahuddin.

Apa yang terjadi hari ini di Kabupaten Subang, dikatakan ia, harus disuarakan oleh HKTI, selanjutnya ditindaklanjuti dengan langkah-langkah konkrit. Karena HKTI merupakan organisasi masyarakat yang dekat dengan pemerintah.

“HKTI ini menjadi jembatan emas kalau menurut saya. Untuk kemudian mengkomunikasikan hal-hal yang strategis, untuk kemajuan republik ini,” tuturnya.

Muslahuddin juga sangat mendukung program ketahanan pangan yang sudah terintegrasi dengan kawasan desa digital prakarsa Galuh, yang diinisiasi oleh Raja Galuh Pakuan ini sangat luar biasa.

“Saya sangat mendukung, bahkan bangga terhadap Kang Raja ini, yang sudah berbuat dan bergerak secara mandiri,” pungkas Muslahuddin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini