Beranda Daerah Tuntut Ganti Rugi Lahan Pemakaman, Ratusan Warga Blokir Accress Road Pelabuhan Patimban

Tuntut Ganti Rugi Lahan Pemakaman, Ratusan Warga Blokir Accress Road Pelabuhan Patimban

579
0

PUSAKANAGARA – Mega proyek Nasional Pelabuhan Internasional Patimban terus menuai konflik, Kali ini Ratusan warga Dusun Karangsari Desa Pusakaratu datangi area Access Road di Stasiun 950 pada Jumat pagi (22/11) .

Ratusan warga tersebut melakukan aksi unjukrasa damai guna menuntut ganti rugi tanah makam yang terdampak pembangunan Access Road Pelabuhan Internasional Patimban

Korlap Aksi Misbah dalam orasinya mengatakan, tanah makam keluarga kita yang dijadikan pembangunan akses jalan menuju pelabuhan Patimban sampai saat ini belum juga di bayar padahal sudah dilakukan pengerasan oleh pengembang proyek PT Shimizu.

“Ini sudah dipakai 14 bulan tapi sampai sekarang realisasi pembayaranya belum ada,” tegas Misbah.

Menurutnya, kami datang ke sini tidak bermaksud ingin menghambat pembangunan access road tersebut. Hanya saja, kami hanya meminta hak kami agar pembayaran lahan soal tanah makam yang terdampak bisa segera dibayar.

Dari informasi yang didapat, tanah makam tersebut terdiri dari dua kepemilikan yakni tanah kas desa Pusakaratu serta tanah yang bersumber dari swadaya masyarakat untuk pengadaan tanah lahan makam.

Perwakilan Kementrian PUPR Febian mengatakan, persoalan pembebasan lahan tersebut masuk dalam ranah kewenangan Kementrian Perhubungan selaku instansi yang melakukan pengadaan tanah.

Febian menambahkan, permasalahan tersebut perlu dibicarakan dengan pihak-pihak terkait untuk segera mencari solusi.

Polisi dari Polsek Pusakanagara yang mengawal jalannya aksi mencoba memfasilitasi para warga pengunjuk rasa untuk melakukan mediasi dengan pihak-pihak terkait di proyek Patimban

Proses dialog dilapangan juga sempat diikuti oleh Kontraktor dari Paket 4 yakni PT Shimizu, Paket 2 PT Toyo, serta Pengawas Lapangan Kementrian PUPR.

Dari pantauan dilapangan, tidak ada kesepakatan yang ditemui dalam dialog anatara para pengunjukrasa dengan pihak terkait proyek Patimban, namun Badha shalat Jumat, kedua belah pihak baik para pengunjukrasa maupun pihak pengembang proyek akan kembali melakukan mediasi untuk menyelesaikan soal pembebasan lahan pemakaman tersebut.

 

Ahya Nurdin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini