Usia 112 Tahun! Masyarakat Pamanukan Inginkan Pembangunan Lebih Maju dan Menjadi Kabupaten Baru di Jawa Barat

20

SUBANG – Dalam rangka HUT ke 112 Pamanukan, Panitia penyelenggara menggelar acara Sarasehan dengan Tema ” Tantangan dan Harapan Pamanukan Kedepan” Kegiatan yang diselenggarakan Sabtu(11/6/2022) sore tersebut dihadiri pembicara dari kalangan Tokoh Pamanukan.

Diantara Pembicara tersebut, diantaranya Budi Setiadi, mantan Pejabat Publik dan Calon wakil Bupati Subang, Kaka Suminta, Sekjen KIP Indonesia dan Syamsudin Kepala Biro Hukum Kemenpora.

Saresehan tersebut juga dihadiri oleh puluhan tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat yang ada di Pamanukan.

Disela-sela kegiatan Saresehan, Syamsudin mengatakan bahwa HUT ke 112 tahun Pamanukan ini adalah usia yang sangat sepuh kalau dari usia manusia sangat sempurna.

” Artinya usia 112 tahun ini sudah mempunyai tahapan yang cukup tinggi mulai dari tinggi kesejahteraannya, tinggi penyebaran pembangunan infrastrukturnya, tinggi juga dari segi pengelolaan organisasi pemerintahannya bahkan tinggi juga daripada bagaimana budaya dan perilaku kehidupannya,” ujar Syamsudin, disela-sela kegiatan Saresehan, Sabtu(11/6/2022)

Menurut Syamsudin, Namun fakta dilapangan Pamanukan masih belum sesuai yang kita harapkan, karena bisa kita lihat, Tata Kotanya masih semrawut dan infrastrukturnya juga belum memadai.

” Kondisinya masih belum sesuai dengan apa yang menjadi harapan kita selaku masyarakat Pamanukan. Dan kita perlu untuk menyatukan kembali persepsi dan tujuan Pamanukan maju ke depan itu apa yang harus kita benahi,”katanya.

Dikatakan Syamsudin, untuk membangun Pamanukan kedepan, perlu peran serta masyrakat agar pembangunan sesuai dengan harapan yang dicita-citakan masyarakat.

“Untuk menuju ke arah itu, pertama adalah keharmonisan jangan sampai satu sama lain saling menjelekkan, dan harus saling memotivasi serta harus saling mendukung siapapun warga Pamanukan yang memiliki konsep pembangunan untuk Pamanukan kedepan lebih baik dan maju,” ungkap Syamsudin, warga Pamanukan yang bekerja sebagai Kepala Biro Hukum Kemenpora RI tersebut.

Syamsudin berharap kepada Pemkab Subang kedepan harus memperhatikan aspek-aspek penting dalam pembanguan di Pamanukan yang mengutamakan kepentingan masyarakat luas.

” Misalnya utamakan pembangunan infrastruktur dan bekerja keras untuk program penanganan banjir di Pamanukan, agar masyarakat tak terus dirugikan,” harapnya

Sementara itu terkait keinginan Pamanukan untuk jadi Kabupaten dan lepas dari Kabupaten Subang, saya selaku warga Pamanukan, tentunya sangat mendukung keinginan masyarakat Pamanukan khususnya dan Pantura umumnya.

“Pemekaran itu dibolehkan undang-undang dan ini bukan makar ini adalah tujuan mulia, makanya dikeluarkan undang-undang terkait pemekaran wilayah oleh Pemerintah,”ucapnya

Syamsudin menjelaskan, Pemekaran wilayah itu bertujuan untuk mendekatkan pelayanan publik dan memaksimalkan pemerataan Pembangunan

” Pemekaran itu bukan makar dan bukan memutuskan silaturahmi dengan Pemkab Subang, tetapi ini adalah untuk mendekatkan rentang pemerintahan kepada masyarakat untuk mendekatkan pelayanan selaku birokrasi pejabat negara, pejabat daerah kepada masyarakat, semakin dia lebih dekat ke masyarakat semakin optimal melayani masyarakat,”Jelasnya

Syamsudin juga mengaku bersyukur, proses tahapan pemekaran, saat ini sedang diproses di Bamus DPRD Subang, mudah-mudahan bisa didukung penuh oleh wakil rakyat kita.

” Alhamdulillah tadi sudah disampaikan oleh ketua pemekaran sudah sampai kepada akan diputuskannya bersama antara Legislatif dan Eksekutif dan mudah-mudahan bisa segera ada keputusan dan didukung penuh,”Katanya

Jika disetujui oleh DPRD dan Bupati Subang, tentunya proses Pemekaran akan berlanjut ke tingkat provinsi begitu naik ke provinsi disetujui, tentunya saya yang saat ini bekerja dipusat harus bekerja maksimal untuk mewujudkan Pantura jadi Kabupaten baru di Jawa Barat.

” Saya orang Pamanukan saya harus mendukung penuh. Pemekaran ini untuk masyarakat lebih maju, lebih hebat dan lebih berjaya lagi di antara seluruh kabupaten kabupaten-kabupaten di Indonesia,”pungkasnya.(AHN)

 

Bagikan: