Beranda Daerah Waduh! Ijin Hajatan & Hiburan di Subang Dibatasi Hanya Sampai Jam 4...

Waduh! Ijin Hajatan & Hiburan di Subang Dibatasi Hanya Sampai Jam 4 Sore

563
0

SUBANG – Bupati Subang resmi mengeluarkan Surat Edaran Bupati, terkait diperbolehkan atau kembali di ijinkannya acara hiburan di hajatan dan pengelolaan tempat wisata di Kabupaten Subang .

Surat edaran tersebut, sebagai kepastian berlangsungnya hiburan di setiap hajatan.

Dalam Surat Edaran tentang penyelenggaraan acara, seni/hiburan dan usaha wisata dalam penerapan adaptasi kebiasaan baru menuju persiapan new normal di Kabupaten Subang itu disebutkan beberapa poin tentang penyelenggaraan hiburan, dan aktivitas di tempat wisata.

Seperti misalkan jam hiburan, hanya dibatasi sampai pukul 16.00 WIB, wajib menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak, dan menyediakan termogun.

Sedangkan aktivitas wisata, dalam Surat Edaran Bupati Subang tersebut tegas menyebut bahwa oprasional ditempat wisata, baik indoor maupun outdoor masih ditutup.

Sebelum Suran Edaran Bupati Subang dikeluarkan, ribuan pekerja seni di Kabupaten Subang mengelar aksi demontrasi di lapangan Bintang Subang untuk meminta keadilan kepada Bupati Subang, Selasa (7/7/2020)

Kedatangan para pekerja seni di Kabupaten Subang untuk meminta izin keramaian saat ini yang sudah memasuki New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru(AKB). Pasalnya, selama 4 bulan selama pandemi Corona para pekerja seni tidak mendapatkan Job (manggung-red).

“Hampir 4 bulan mati suri, tidak dapat job. Dulu sebelum ada Corona sebulan itu bisa puluhan kali kali manggung bahkan bisa ”ujar Raka AB koordinator aksi

Kata Raka, selama PSBB atau Covid 19 diberlakukan para pekerja seni diSubang tiarap akibat tidak pernah mendapatkan satupun job.

“Selama musim Corona, ijin keramaian ditutup sehingga kami tiarap tak punya kerjaan,”katanya

Senada juga dikatakan oleh Wulan Baby dari Komunitas Singer Singer. Penyanyi dangdut itu menyampaikan keluhan Mereka yang tergabung pekerja seni keluh kesahnya karena selama pandemi tidak mendapatkan penghasilan.

“Kami ingin memastikan kapan acara hajatan bisa diizinkan kembali sehingga pekerja seni bisa kembali manggung. Sedikit banyaknya (penghasilan) kami bergantung dari kegiatan tersebut,” ujar Wulan Baby

Dia menambahkan sejak bulan Maret tidak mendapat pekerjaan. Sehingga selama 4 bulan tersebut mati suri tidak lagi mendapat penghasilan dari manggung karena setiap hajatan tidak mendapatkan izin.

Kami minta tolong kepada anggota dewan mohon kami diperjuangkan, karena sudah empat bulan mati suri tidak ada izin manggung,” tambahnya.

 

Ahya Nurdin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini