Beranda Daerah Wakil Ketua FPP Jabar Sambut Baik Internet Masuk Desa &...

Wakil Ketua FPP Jabar Sambut Baik Internet Masuk Desa & Pesantren

201
0

SUBANG – Ketua Forum Pondok Pesantren (FPP) Kabupaten Subang, juga sekaligus Wakil Ketua FPP Provinsi Jawa Barat KH. Maman S. Jamaludin menyampaikan apresiasinya, atas inovasi dari Raja Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi SB, terkait Desa Pesantren Berbasis Digital.

Menurut Kiai Maman, perhatian Raja Galuh terhadap Ponpes sangat besar, karena memiliki pemikiran bagaimana Ponpes itu bisa maju, dengan mentradisikan tekhnologi digital, atau internet di kalangan pesantren.

“Secara pribadi dan kelembagaan FPP, saya sangat mengapresiasi pemikiran Kang Raja, yang sudah banyak memikirkan bagaimana agar Ponpes tidak tertinggal oleh lembaga pendidikan lain. Artinya Ponpes itu harus maju, dan menjadikan tekhnologi digital itu sebagai tradisi, dan bukan lagi barang yang canggih. Saya salut dan saya sangat hormat kepada Kiai Evi ini, saya sebut saja Kiai, ya Kang Raja,” ujar KH. Maman kepada wartawan di Subang, Rabu (17/6/2020).

Apa yang diharapkan Raja Galuh Pakuan dengan Desa Pesantren Berbasis Digital ini kata Kiai Maman, tidak hanya menduniakan seluruh Ponpes yang ada di Subang ini, bahkan Jawa Barat, tetapi juga bisa menduniakan Raja Galuh Pakuan kewat Desa Pesantren Berbasis Digital ini.

“Ya saya do’akan, dan saya dukung semoga semua Ponpes yang ada bisa lebih mensyiarkan agama, dan kebudayaan. Bahkan menduniakan Raja Galuh Pakuan, karena berkat ide, dan inovasi Beliaulah program desa pesantresn berbasis digital ini, bisa terlaksana, dan terwujud,” imbuhnya.

Banyak manfaat yang dapat Ponpes dan para santrinya lakukan dari desa pesantren berbasis digital ini lanjut Kiai Maman, tidak hanya belajar agama, tetapi bisa belajar tentang dunia, dan segala isinya, termasuk membentuk para lulusan ponpes, yang memiliki kewirausahaan, setelah nanti berbaur di masyarakat.

“Banyak hal positif yang bisa kita pelajari dari tekhnologi digital ini. Sehingga nanti para lulusan ponpes, mampu menelorkan para mubaligh, ustadaz atau kiai yang benar-benar menguasai tekhnologi, dan kewirausahaan yang berpindasikan agama,” tegas Maman.

Namun dikatakan Maman juga, selain banyak sisi positif dari desa pesantren berbasis digital itu, juga sisi negatifnya, yang harus para pimpinan Ponpes bentengi para santrinya, dari berbagai konten negatif, termasuk penyebaran berita hoax.

Ia juga berharap, para pimpinan ponpes harus menguasai tekhnoligi ini, sehingga menjadi tanggungj para kiai dan santri lah, memerangi berita hoax, yang bisa merusak segala tatanan berbangsa dan bernegara, bahkan bisa merusak aqidah generasi muda bangsa.

“Sisi negatifnya ini yang juga perlu dibentengi para santri oleh para kiai-nya, dalam menggunakan tekhnologi digital nanti. Mulai dari persoalan yang dapat merusak moral dan aqidah para santri, meski madhorotnya kecil, tetapi, efeknya cukup besar, jika dibiarkan,” pungkasnya.

 

Ahya Nurdin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini