Minggu, Maret 7, 2021

Horeee! Kompetisi Liga Indonesia Akan Dilanjutkan Pada Bulan September 2020

SERING DIBACA

DITOLAK Minta Balikan, Pria Asal Pagaden Nekad Gantung Diri Dikamar Kost Sang Mantan

SUBANG - Seorang Pria bernama Ilham Asal Pagaden ditemukan tewas gantung diri disebuah tempat kost-an dikawasan Gang Bagja Kampung...

Plt. Dinkes Jabar Tinjau Ponpes As-Syifa Al-Khoeriyah Subang Yang Terpapar Covid-19

SUBANG - Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika didampingi anggota komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat...

INFO ORANG HILANG! Mak Atem Warga Ciater Dikabarkan Hilang Sudah Seminggu

CIATER - Hampir Seminggu, Emak Atem (79) warga RT. 001/001 Desa Ciater Kecamatan Ciater Subang meninggalkan rumahnya. Salah satu Kerabat...

JAKARTA — PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) kemungkinan bakal melanjutkan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 pada September mendatang.

Manajer Umum Arema FC, Ruddy Widodo mengatakan kemungkinan kelanjutan kompetisi dibahas bersama PSSI, Direktur Teknik PSSI, LIB dan klub Liga 1 melalui pertemuan virtual. Keputusan resmi kelanjutan kompetisi sepak bola Indonesia baru akan diputuskan melalui rapat Exco PSSI, Selasa (2/6) malam.

“Jadi sebetulnya belum diputuskan sama PSSI. Dalam rapat tadi PSSI bersama LIB, Dirtek, klub Liga 1 dan Dokter Timnas minta masukan lagi kalau seandainya liga diteruskan di September. Ada juga yang minta Oktober. Nanti malam rapat sama Exco baru diputuskan,” kata Ruddy melalui sambungan telepon
Jika kompetisi dilanjutkan, imbuh Ruddy, Liga 1 2020 digelar tanpa degradasi. Juara Liga 1 nantinya tetap bakal menjadi wakil Indonesia yang tampil di kompetisi level Asia.

Sementara untuk Liga 2 tetap ada promosi untuk juara dan runner up, sehingga pada musim selanjutnya kontestan Liga 1 bakal berjumlah 20 klub.

“Taruhlah Covid-19 ini akan terus ada, tapi misalnya ada satu dua klub banyak pemainnya terpapar, mereka tidak WO karena tidak ada degradasi. Usul dari PSSI, biar kompetitif di Liga 2, tapi tetap ada wakil Indonesia di AFC dari Liga 1. Negara-negara di Asia ini tidak ada yang berhentikan kompetisi, mereka lanjut semua,” jelasnya.

Format kompetisi Liga 1 nantinya tetap kandang dan tandang, namun enam klub yang bermarkas di Papua, Kalimantan, Bali, Madura, dan Sumatera diminta pindah ke Jawa.

Persipura Jayapura, Borneo FC, Barito Putera, Bali United, Madura United dan Persiraja Banda Aceh akan diminta berkandang sementara di Jawa karena alasan keamanan dan ekonomi.

Ruddy juga menyebut PSSI membahas tambahan subsidi sebesar Rp800 juta untuk masing-masing klub Liga 1. Meskipun tidak terlalu besar, setidaknya ini bisa membantu keuangan klub dalam kondisi seperti saat ini.

“Tapi kami minta juga untuk klub renegosiasi dengan pemain, pelatih dan ofisial. Sebab cost paling tinggi ya sana. Selayaknya teman-teman pemain, pelatih, ofisial juga bisa turun [harga] 50 persen untuk meminimalisir kerugian. Mindset-nya kompetisi lanjut, industri tetap jalan karena di industri ini banyak orang.”

“Kami juga mohon ke PSSI meminta relaksasi ke Dirjen pajak untuk meniadakan PPH 21 ke pemain, pajak tontonan juga,” pinta Ruddy.

Sementara itu, CEO PSIM Yogyakarta, Bambang Susanto membenarkan jika kompetisi Liga 2 kemungkinan dilanjutkan beriringan dengan Liga 1 2020. Bambang mengatakan saat ini Liga 2 masih menggelar pertemuan virtual dengan PSSI, LIB dan Dirtek PSSI.

“Pihak kami sih selalu siap dengan keputusan PSSI, termasuk melanjutkan Liga 2. Tapi kami juga mengajukan usul,” kata Bambang melalui sambungan telepon.

Dalam kondisi yang sedang sulit akibat covid-19, klub dipastikan mengalami problem finansial mengingat tidak ada pemasukan baik dari sponsor dan tiket penonton.

Sebab itu, PSIM mengusulkan supaya Liga 2 digelar dengan format home tournament di satu kota. Laskar Mataram juga meminta kompetisi Liga 2, yang baru berjalan satu pekan, diulang dari awal.

“Kalau harus home and away bahaya karena mondar-mandir, mobilitas juga membahayakan. Kalau satu tempat lebih terjaga. Supaya adil, kompetisi di-resetdari nol.”

“Klub promosi [ke Liga 1] juga jangan diperkecil, justru harusnya ditambah jadi empat. Karena kalau dua kemungkinan promosi makin mengecil, klub rugi, jadi banyak yang pilih mundur. Kualitas kompetisi jadi turun. Kalau dibuat empat klub promosi, kemungkinan besar klub jadi berani spekulasi karena peluang besar,” jelas Bambang.

Meski begitu, Bambang mengatakan segala kemungkinan masih terjadi sampai keputusan diambil melalui rapat Exco PSSI nanti malam.

“Ini masukan yang akan diambil nanti malam di rapat exco. Menurut saya, PSSI harus hati-hati dalam menyikapinya,” imbunya.

AHYA NURDIN | CNN Indonesia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

REKOMENDASI BERITA UNTUKMU