Inilah Hasil Rakor Pemkab Subang Dengan Orang Tua Murid Tentang KBM Tatap Muka

0
85

SUBANG – Pemerintah Daerah Kabupaten Subang menggelar rapat koordinasi untuk membahas pembelajaran tatap muka bagi siswa-siswi anak sekolah di wilayah Kabupaten Subang.

Rakor dalam pembahasan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi, yang di dampingi Asda 1, Kadisdik, Kemenag, perwakilan unsur Forkopimda, Dinas terkait, KPAI, komite sekolah dan perwakilan orang tua siswa, di ruang Rapat Bupati II, Selasa (5/1/2021).

Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosadi, menyatakan bahwa, Rakor ini dinilai penting guna mendengar masukan, mencari solusi serta mengambil langkah persiapan terhadap rencana PBM tatap muka untuk sekolah PAUD, TK, SD, SMP, SMA/K se-Kabupaten Subang.

“Dalam hal ini, kita sangat berhati-hati sebab tidak ingin ketika sekolah dibuka menimbulkan klaster baru. Apalagi yang akan menjadi korban adalah anak-anak,” ujar Agus Masykur Rosadi.

Dalam hal ini, tentunya perkembangan covid di Subang sampai 4 Januari sebanyak 1296 kasus terkonfirmasi positif, yang mana kasus pada anak usia 0-18 tahun sebanyak134 terkorfirmasi postif, dan 109 usia 6-18 tahun yang merupakan anak usia sekolah.

Berdasarkan pengamatan hampir 97% orang tua siswa di Subang mengizinkan anaknya melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah karena dengan terlalu lama belajar dirumah dapat menimbulkan efek buruk karena dengan tinggal diam dan belajar dirumah tidak menjamin anak nurut.

“Skenario pembelajaran nantinya akan diterapkan kesemua sekolah baik tingkat SD, SMP, SMA dengan kapasitas siswa belajar tatap muka tidak lebih dari 50% dari kafasitas ruang kelas. Maksimal SD dan SMP tiap ruang kelas 15 siswa dan untuk PAUD/TK sebanyak 5 orang, dan satu jam mata pelajaran hanya berdurasi 30 menit dan maksimal belajar di sekolah tidak lebih dari 3 jam,” ungkap Wakil Bupati Subang.

Wakil Bupati Subang, menambahkan bahwa, bilamana nantinya di Subang menerapkan pembelajaran tatap muka maka sekolah harus menyiapkan prasarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan seperti penyediaan wastafel cuci tangan, masker dan ruangan yang memadai.

“Dengan rakor ini, sebagai media penyaluran saran dan masukan yang akan dirumuskan untuk dituangkan dalam regulasi hingga terbentuk Peraturan Bupati tentang pembelajaran tatap muka, dan tentunya, dengan pembelajaran tatap muka diharapkan pendidikan anak terpenuhi dan kesehatan anak terjaga,” jalas Wakil Bupati Subang.

“Kepada satgas penanganan Covid-19, agar memaparkan kondisi penyebaran covid-19 di Subang secara objektif. Dari aspek epidemologis, kesiapan sarana prasarana dan aspek-aspek lainnya. Sehingga dapat menghasilkan keputusan yang tepat,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here