Kamis, Juli 29, 2021

Kasus Kematian Covid-19 Meningkat! RSUD Ciereng Siapkan 10 Peti Mati Perhari

SERING DIBACA

Hari Bakti TNI AU Ke 74, Lanud Suryadarma Salurkan Bantuan Sembako Untuk Warga Terdampak COVID-19

SUBANG - Pia Ardhya Garini (AG) Cabang 5/Daerah I Lanud Suryadarma melaksanakan bakti sosial Peduli Covid 19 dengan melaksanakan...

Peduli COVID19! Pia AG Lanud Suryadarma, Bagikan Masker Gratis di Wilayah Kalijati Subang

SUBANG - Pia Ardhya Garini (AG) Cabang 5/Daerah I Lanud Suryadarma kembali melakukan aksi sosialnya dengan bagi-bagi masker kepada...

Danlanud Suryadarma Ikuti Upacara Hari Bakti TNI AU Secara Virtual

SUBANG - Komandan Lanud Suryadarma Marsma TNI Djohn Amarul, S.AB., didampingi Komandan Wing 8 Kolonel Pnb Antonius Adi Nur...

 

SUBANG – Tingginya kasus kematian akibat Covid-19 dalam dua Minggu terakhir yang mencapai 68 orang, membuat RSUD Ciereng Kewalahan. Saat ini stok Peti mati di RSUD Subang sudah habis. Untuk antisipasi semakin tingginya kasus kematian pasien Covid-19, RSUD Ciereng Subang saat ini sedang memesan Peti Mati yang sifatnya harian.

Direktur RSUD Ciereng Subang dr Ahmad Nasuhi mengatakan, ketersediaan peti mati sempat menjadi masalah karena kebutuhannya lebih cepat dari pembuatan peti mati.

Hal ini, kata dia, karena pasien Covid-19 yang meninggal dunia melonjak dari sebelumnya.

“Dua hari tidak ada peti mati, ini sempat jadi masalah,” ujar dr Ahmad di kantornya, Rabu (16/6/2021).

Makanya, peti mati tidak pesan dalam jumlah banyak, tapi bertahap, tidak seperti biasanya 50 peti mati. Karena, dengan kematian rata-rata per hari lima orang, 50 peti mati tidak cukup sebulan.

“Perhari RSUD Ciereng Subang memesan 5-10 Peti mati untuk antisipasi tingginya kasus kematian akibat Covid-19” ujar Dirut RSUD Ciereng Subang, dr. Ahmad Nasuhi

Menurut Ahmad, RSUD Subang setidaknya butuh 300 peti mati sampai akhir tahun, jika kasus Covid-19 melandai.

“Kalau kasusnya kayak gini terus tidak cukup, mudah-mudahan melandai,” ucapnya.

Selain masalah kekurangan peti mati, RSUD Ciereng Subang juga kekurangan tenaga medis dan Alat Pelindung Diri atau APD

“Saat ini RSUD terbatas alat pelindung diri (APD), tenaga medis, ruangan, dan lainnya. Terlagi, 25 perawat dan bidan, serta enam dokter terpapar Covid-19 sejak dua minggu lalu” ucapnya

Ahmad berharap, kasus kematian Covid-19 di Subang segera menurun dan meminta masyarakat lebih menegakan protokol kesehatan Covid-19

“Maka dari itu, Kita meminta Satgas Covid-19 bisa lebih mengoptimalkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro dan pasien yang gejalanya ringan cukup dirawat di rumah atau puskesmas” pungkasnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

REKOMENDASI BERITA UNTUKMU