Kritisi Jalan Rusak! Mahasiswa Tanam Pohon Pisang Dan Gelar Lomba Mancing di Jalan Provinsi Pamanukan – Subang

0
350
Patimbannews.com
Foto: Kritisi Jalan Rusak! Mahasiswa Miftahul Huda Menggelar Mancing Mania di Tengah Jalan Jalur Provinsi Pamanukan-Subang yang mengalami kerusakan parah/ FOTO: Dok HMI Komisariat Miftahul Huda

SUBANG – Kerusakan Jalan Provinsi Pamanukan – Subang di kritisi oleh Mahasiswa STIE Miftahul Huda dengan menggelar aksi mancing dijalan berlubang yang digenangi air.

Tidak hanya mancing namun para mahasiswa tersebut juga menanam pohon pisang di tengah jalan yang kondisinya rusak parah tersebut. Kegiatan Mahasiswa mengkritisi jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki tersebut, dilaksanakan pada Senin(15/11/2021)

Para Mahasiswa yang tergabung dalam HMI Komisariat Miftahul Huda tersebut membagikan foto-foto kegiatan mengkritisi Jalan Provinsi yang rusak parah ke media sosial FB Insan Cita Miftahul Huda

Dalam postingannya bertuliskan
“Gebyar Lomba Mancing HMI Mifda Cup sebagai respon dari ketidakseriusan pemerintah provinsi Jabar terkait lambannya perbaikan menangani kerusakan jalan yang berlokasi di sekitar pintu masuk STAI/STIE Miftahul Huda Rancasari”

Sementara dalam spanduknya yang dipasang dijalan tersebut, para mahasiswa meminta Gubernur Jabar untuk segera memperbaiki kerusakan jalan provinsi yang berada di desa Rancasari Kecamatan Pamanukan.

Seperti diketahui, Jalan Provinsi yang melintasi Desa Rancasari Kecamatan Pamanukan mengalami kerusakan parah sejak banjir besar Pebruari 2021 lalu. Namun belum diperbaiki secara permanen. Perbaikan selama ini hanya dilakukan dengan sirtu dan diaspal alakadarnya.

Foto:Kritisi Jalan Rusak! Mahasiswa STIE Miftahul Huda Tanam Pohon Pisang di tengah Jalan Provinsi Pamanukan-Subang yang Mengalami Kerusakan Parah/ FOTO : Dok.HMI Mifda

Berdasarkan pantauan di lapangan, Jalan milik provinsi Jawa Barat tersebut, saat ini kondisinya rusak parah dan berlubang dengan diameter rata-rata 1 sampai 2 meter.

Kerusakan jalan provinsi tersebut, saat ini semakin parah karena sering diguyur hujan dan diperparah lagi banyaknya kendaraan yang melintasi jalur tersebut dengan tonase tinggi seperti Dum truck mengangkut material batu,tanah,pasir ke Pelabuhan Patimban serta kendaraan pengangkut air mineral.

AHYA NURDIN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here