Sabtu, Juni 19, 2021

Kuota Pupuk Bersubsidi di Subang Hanya Terserap Kurang Dari 50 %, Ketua KTNA Jabar Minta Petani Subang Segera Daftar e-RDKK atau Kartu Tani

SERING DIBACA

Covid-19 Meningkat! Dinkes Subang Akan Sulap RUANG BERSALIN di 17 Puskesmas Jadi Tempat Perawatan Pasien Covid-19

  SUBANG - Kasus Covid-19 di Kabupaten Subang dari hari ke hari di bulan Juni 2021 terus meningkat signifikan. penambahan...

Hari Ini Jumat(18/6/2021)! 238 Orang Warga Subang Terpapar Covid-19 & 5 Orang Meninggal Dunia.

  SUBANG - Kasus Covid-19 di Kabupaten Subang dari hari ke hari di bulan Juni 2021 terus meningkat signifikan. penambahan...

Pemkab Subang Kembali Berlakukan PPKM! Hajatan Maximal Dihadiri 50 Orang, Tempat Hiburan & Wisata Ditutup Sementara

  SUBANG - Kasus Covid-19 di Kabupaten Subang terus meningkat di Bulan Juni 2021 ini. Dalam upaya menekan penyebaran Covid-19...

SUBANG- Penyerapan pupuk bersubsidi di Kabupaten Subang kurang dari 50 persen dari jumlah kuota pupuk yang diberikan oleh Pemerintah Pusat untuk petani Kabupaten Subang sebesar 42.000 ton.

Rendahnya penyerapan pupuk bersubsidi oleh petani di Kabupaten Subang, sangat di sayangkan oleh Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Jawa Barat, H.Otong Wiranta

” Rendahnya penyerapan pupuk bersubsidi oleh petani Subang, akibat belum banyaknya petani yang memiliki kartu Tani atau terdaftar di e-RDKK( Sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok)” Ujar H.Otong Wiranta, Ketua KTNA Jabar, kepada patimbannews.com, Sabtu siang(5/5/2021)

Menurut Otong, jatah kuota pupuk bersubsidi untuk petani di Subang harus bisa terserap secara maksimal untuk tahun 2022 mendatang, diharapkan mulai bulan Juni hingga Oktober 2021, petani segera melakukan pendaftaran Kartu Tani atau mengisi e-RDKK

” Saat ini Pendaftaran Kartu Tani atau pengisian e-RDKK sudah dimulai pada 1 Juni hingga 30 Oktober 2021, Para petani yang belum memiliki Kartu Tani segera mendaftar dan yang sudah punya kartu Tani juga segera melakukan daftar ulang dengan mengisi e-RDKK. Pendaftaran Kartu Tani atau pengisian RDKK bisa dilakukan di Kios-kios Pupuk terdekat dan penyuluh pertanian” Kata Otong Wiranta

Dikatakan Otong, pendaftaran Kartu Tani dan daftar ulang bagi petani yang sudah memiliki Kartu Tani, sangatlah penting, agar petani bisa mendapatkan pupuk Bersubsidi

” Kalau petani tak mendaftar Kartu Tani dan petani yang sudah memilik Kartu Tani namun tak melakukan daftar ulang, petani tersebut tak akan memperoleh Pupuk bersubsidi” ucapnya

Ketua KTNA Jabar, Otong Wiranta menjelaskan, kebijakan e-RDKK guna memperketat penyaluran pupuk bersubsidi sehingga tidak diselewengkan dan mencegah duplikasi penerima pupuk.

“Pemberian pupuk bersubsidi harus direncanakan dengan baik terkait penyaluran atau pendistribusiannya,” jelas Otong

Otong menambahkan, data e-RDKK juga menjadi referensi bagi pembagian kartu tani yang akan digunakan untuk pembayaran pupuk bersubsidi. Melalui program tersebut, petani membayar pupuk subsidi melalui bank, sesuai dengan kuota dan harga pupuk subsidi.

“Distributor dan kios adalah kunci keberhasilan penyaluran pupuk bersubsidi agar bisa sampai ke tangan petani yang berhak sesuai dengan mekanisme yang ada, yaitu melalui e-RDKK,” ucapnya

Tidak hanya itu saja, nantinya untuk mendapatkan pupuk bersubsidi ini para petani diharuskan memiliki kartu tani yang terintegrasi dalam e-RDKK. Kartu Tani tersebut berisi mengenai kuota yang sesuai dengan kebutuhan petani. Untuk jumlah kuota ini tergantung dari luas lahan yang dimiliki setiap petani yang di input dalam eRDKK.

“Akan tetapi, kartu tani tidak bisa diuangkan dan hanya bisa dilakukan untuk penukaran pupuk saja,” tambahnya.

Menurutnya, tidak semua orang dapat memiliki kartu ini, ada rangkaian proses yang harus di jalani. Tujuannya agar bantuan subsidi pupuk benar- benar tepat sasaran.

Persyaratan utama mendapatkan kartu ini adalah petani memiliki eKTP , kemudian melakukan usaha tani dan tergabung dalam kelompok tani yang menyusun RDKK nya. Untuk tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan maksimal luasan usahanya 2 ha. Pupuk subsidi juga dapat diperuntukan petambak ikan/udang dengan luasan maksimal 1 ha per musim tanamnya. Semua data RDKK yang telah disusun tersebut diinput dalam sistem e-RDKK dan disetujui oleh Kadistan Kabupaten/Kota.

“Verifikasi data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sejak tahun 2020 di semua provinsi diarahkan ke e-RDKK, kemudian Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) melakukan pendataan dan verifikasi data ke lapangan (jenis pupuk dan kebutuhan pupuk sesuai dosis rekomendasi) yang kemudian PPL mengunggah data petani ke dalam sistem e-RDKK,” papar Otong Wiranta

Apabila datanya sesuai dengan persyaratan, perbankan akan diterbitkan Kartu Tani. Bila tidak/belum sesuai akan dikembalikan ke dinas secara elektronik atau melalui sistem e-RDKK ke admin kabupaten/kecamatan.

“Setelah proses ini rampung, bank akan membuatkan kartu tani yang sudah di isi volume usulan kebutuhan pupuknya dan diserahkan kepada petani untuk pembelian pupuk subsidi,” tambahnya.

Petani yang akan membeli pupuk subsidi tinggal membawa kartu tani data ke agen atau pengecer yang telah ditunjuk kemudian kartu tani digesek pada mesin EDC di kios untuk melakukan pembelian pupuk subsidi sesuai dengan kebutuhan.

Kebijakan pemerintah dalam pengelolaan belanja subsidi adalah kebijakan subsidi yang lebih tepat sasaran dan efesien. Sehingga sejak 2020 kemarin, semua Provinsi sudah menggunakan usulan melalui sistem e-RDKK.

” Agar penerima subsidi tepat dan terdata dengan baik maka dengan pendataan dengan NIK serta penebusan pupuk dengan EDC dan kartu tani ini harapannya dapat menjaga keamanan proses subsidi pupuk,” tukasnya

Maka dari itu, Ketua KTNA Jabar H.Otong Wiranta berharap para petani di Kabupaten Subang segera mendaftar Kartu Tani dan yang sudah mempunyai Kartu Tani segera daftar ulang e-RDKK

” Bagi para petani Subang, manfaatkanlah waktu pendaftaran e-RDKK dan Kartu Tani yang dimulai 1 Juni – 30 Oktober 2021, agar para petani Subang bisa mendapatkan Pupuk Subsidi pada tahun 2022, Selain itu agar kuota Pupuk Bersubsidi untuk Kabupaten Subang bisa terserap secara Maximal, karena untuk tahun 2021 ini kuota pupuk Subsidi untuk petani Subang hanya terserap kurang dari 50 persen” pungkasnya

Ahya Nurdin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

REKOMENDASI BERITA UNTUKMU